RELUNG.ID – Cheka Virgowansyah resmi dilantik sebagai Penjabat (PJ) Wali kota Palembang oleh PJ Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Elen Setiadi, dalam upacara di Griya Agung, Jumat (29/11). Cheka menggantikan Ucok Abdulrauf Damenta, yang telah menjabat sejak Juni 2024.
Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan hingga pelantikan Walikota Palembang terpilih pada 7 Februari 2025, sesuai jadwal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Masa jabatan Cheka diperkirakan hanya berlangsung selama 2,5 bulan.
Cheka menegaskan akan melanjutkan program-program yang telah dijalankan pendahulunya.
“Saya akan berkoordinasi dengan OPD terkait untuk menyelesaikan program-program yang masih berjalan dan menyiapkan pondasi untuk yang akan datang,” ujar Cheka.
Sebagai putra daerah asli Palembang yang memahami persoalan lokal, ia akan fokus pada isu-isu mendesak seperti kemiskinan, pengangguran, dan banjir.
“Khusus untuk banjir, kami akan memetakan titik-titik rawan dan merumuskan solusi yang tepat,” tambahnya.
Cheka merupakan lulusan STPDN Bandung dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah, Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kemendagri.
Ia juga pernah menjadi PJ Wali kota Tasikmalaya selama dua tahun sebelum ditunjuk sebagai PJ Walikota Palembang.
PJ Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menyatakan harapannya agar Cheka dapat membawa nuansa baru ke Palembang.
“Pengalaman Cheka selama lebih dari dua tahun di Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri diharapkan membawa nilai religius dan inovasi pembaruan di Palembang,” kata Elen.
Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur, Cheka diharapkan mempromosikan budaya dan kegiatan yang memperkuat jiwa kota. Salah satu program unggulan yang akan diteruskan adalah Festival Jazz Dunia, yang menjadi ajang pertama di Indonesia.
Cheka juga akan merevitalisasi Taman Kambang Iwak untuk menjadi ruang publik multifungsi sebagai kawasan pedestrian, olahraga, dan tempat berkumpul warga.
Dalam waktu yang singkat, Cheka Virgowansyah diharapkan dapat mengoptimalkan pengalamannya untuk memajukan Palembang. Masa jabatan ini menjadi momen penting untuk melanjutkan pembangunan sambil menyiapkan transisi kepemimpinan kepada walikota definitif pada Februari 2025.[AYK]

