Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»China Pertimbangkan Jual Operasional TikTok di AS ke Elon Musk jika Larangan Ditetapkan
Indeks

China Pertimbangkan Jual Operasional TikTok di AS ke Elon Musk jika Larangan Ditetapkan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda14/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Pemerintah China sedang mempertimbangkan opsi untuk menjual operasional TikTok di Amerika Serikat kepada Elon Musk, miliarder dan pemilik media sosial X (sebelumnya Twitter), jika Mahkamah Agung AS tetap memutuskan pelarangan TikTok di negara tersebut. Langkah ini menjadi alternatif jika TikTok tidak berhasil melawan larangan tersebut di pengadilan.

Bloomberg News melaporkan pada Senin (13/1/2025), bahwa Elon Musk dan platform X yang dimilikinya kemungkinan dapat mengambil alih TikTok dan mengelola bisnisnya di AS. Namun, sumber anonim menyebutkan bahwa wacana ini masih berada pada tahap awal, dan belum ada konsensus tegas dari pemerintah China.

Pejabat China, melalui Regulator Ruang Siber dan Kementerian Perdagangan, dilaporkan lebih menginginkan agar TikTok tetap berada di bawah kendali induk perusahaannya, ByteDance, dan terus mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS.

Mahkamah Agung AS saat ini mempertimbangkan kebijakan yang mengharuskan ByteDance menjual operasional TikTok di AS atau menghadapi pelarangan penuh terhadap aplikasi tersebut. Keputusan final diharapkan keluar paling lambat 19 Januari 2025. Isu utama dalam sidang ini adalah potensi ancaman keamanan nasional yang dikaitkan dengan penggunaan data TikTok oleh pemerintah China.

Sementara itu, pemerintah China telah mengisyaratkan keberatan terhadap keputusan tersebut. TikTok, yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna aktif di AS, terus menjadi sorotan dalam ketegangan geopolitik antara AS dan China.

Elon Musk dianggap sebagai salah satu kandidat potensial untuk mengambil alih TikTok di AS karena hubungan bisnisnya yang luas dengan China. Musk memiliki pabrik Tesla dan fasilitas produksi baterai di China, di mana Tesla menjadi merek mobil listrik terlaris kedua setelah BYD.

Di sisi lain, Musk memiliki hubungan dekat dengan Presiden AS terpilih Donald Trump, yang kembali menjabat setelah memenangkan Pemilu 2024. Musk dilaporkan menyumbangkan $75 juta (sekitar Rp 1,2 triliun) untuk mendukung kampanye Trump dan kandidat dari Partai Republik. Dukungan ini dilihat sebagai upaya memperkuat posisinya dalam berbagai isu strategis di AS.

Keputusan untuk menjual TikTok ke Musk, jika direalisasikan, bisa menjadi langkah kompromi yang memungkinkan aplikasi tersebut tetap beroperasi di AS sambil mengurangi kekhawatiran pemerintah AS terhadap pengaruh China. Namun, langkah ini juga akan memicu perdebatan politik di kedua negara.

Hingga saat ini, ByteDance belum memberikan pernyataan resmi terkait potensi penjualan tersebut. Mahkamah Agung AS diharapkan segera memberikan keputusannya, yang akan berdampak besar pada masa depan TikTok di AS dan dinamika hubungan AS-China.[TRA]

AS China Elon Musk TikTok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGudang Sekaligus Tempat Tinggal Pekerja Bangunan RSMH Ludes Terbakar
Next Article Kejari Empat Lawang Sosialisasikan Aplikasi Realtime Monitoring Dana Desa di Muara Pinang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,911 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,783 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,756 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?