RELUNG.ID – Code mendeklarasikan perang kepada desa Konoha awalnya menuai ancaman besar. Namun kondisi berbalik Code sekarang menjadi musuh yang tidak dianggap.
Ini beberapa faktor Code tidak terlalu direspon lagi oleh desa Konoha. Simak dibawah ini :
1- Lepasnya Eida
Code awalnya sangat ditakuti oleh desa Konoha karena dia akan membalaskan dedam kekalahan dari Isshiki Otsutsuki. Semua shinobi di desa Konoha mulai melakukan antisipasi adanya serangan dari Code.
Namun setelah lepasnya Eida karena memiliki bergabung dengan desa Konoha, ancaman Code tidak lagi di respon oleh desa Konoha.
Baca Juga: Kenapa Boruto Tidak jadi Jinchuriki? Ini 3 Alasannya
2- Dinilai tidak kuat
Kekuatan Code dinila tidak bisa menghancurkan desa Konoha. Karena desa Konoha dilindungi segel terkuat untuk warga asing masuk ke dalamnya.
Code dinilai tidak akan kuat menembus pertahanan desa Konoha. Terlebih lagi diperbatasan desa Konoha di jaga oleh shinobi kelas S atau Anbu.
Baca Juga: Ini 2 Hal Unik dari Jaket Sarada di Boruto: Two Blue Vortex
3- Tidak lagi mengancam
Code dinilai desa Konoha tidak lagi memiliki ancaman. Karena Code hanya satu-satunya organisasi Kara yang tersisa.
Code tidak mengancam karena tidak memiliki pasukan. Hal itu membuat Shikamaru Nara tidak lagi memperhitungkan adanya serangan dari Code.
4- Kekuatan Code lemah
Code awalnya dinilai sekuat Isshiki Otsutsuki atau bisa menjadi Otsutsuki baru. Namun setelah mendapatkan informasi dari Eida, Code ternyata bisa dikalahkan oleh Daemon.
Hal itu membuat desa Konoha tidak lagi menilai Code lawan yang kuat. Bahkan Amado juga menyebutkan Daemon dan Eida juga bisa kalahkan Isshiki Otsutsuki.
Artinya setelah Eida dan Daemon berada di kubuhnya, Shikamaru Nara yakin Code mudah ditaklukan. Kawaki Uzumaki juga bisa membunuh Code dengan muda menggunakan Karma warisan dari Isshiki Otsutsuki yang kembali di aktifkan.

