RELUNG.ID – Berakhirnya masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 tak serta-merta menurunkan mobilitas masyarakat. Di tengah cuaca ekstrem dan kemacetan jalan raya yang kerap terjadi, kereta api justru semakin diminati.
Kondisi ini mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang memperpanjang pengoperasian tiga kereta tambahan KA Rajabasa hingga akhir Januari 2026.
KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang tercatat mengalami lonjakan penumpang signifikan.
Sepanjang periode awal Januari hingga 9 Januari 2026, jumlah penumpang mencapai 8.109 orang atau 106,3 persen dari total kapasitas 7.632 tempat duduk yang disediakan.
Rata-rata, sekitar 900 penumpang per hari memadati kereta ekonomi andalan lintas Sumatera Selatan–Lampung tersebut.
Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan tingginya okupansi menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi utama, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.
“Meski periode libur Nataru sudah selesai, minat masyarakat menggunakan KA Rajabasa tetap tinggi. Kereta api dinilai lebih pasti dari sisi jadwal dan lebih aman dibandingkan perjalanan darat yang rawan macet saat hujan,” kata Aida, Kamis (9/1/2026).
Ia menyebutkan, perpanjangan pengoperasian tiga kereta tambahan hingga akhir Januari 2026 dilakukan sebagai langkah responsif KAI dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat lintas provinsi.
Di sisi lain, KAI Divre III Palembang mengingatkan penumpang untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu keberangkatan menuju stasiun. Intensitas hujan yang tinggi berpotensi menghambat akses jalan dan menyebabkan keterlambatan.
“Kami imbau pelanggan datang lebih awal ke stasiun agar perjalanan tetap lancar dan tidak tertinggal kereta,” pungkasnya. (KPB)

