RELUNG.ID – Cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan menyebabkan banjir di beberapa kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI menilai kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi yang berulang.
Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyussanto, mengatakan Kabupaten OKI memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir karena kondisi geografis wilayah. OKI dilintasi tujuh daerah aliran sungai (DAS), ber-elevasi rendah, serta didominasi lahan rawa yang mencapai sekitar 80 persen.
“Banjir saat musim hujan, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau adalah karakter bencana di OKI. Karena itu mitigasi bencana mutlak diperlukan,” kata Nova, Senin (26/1/2026).
Ia mengungkapkan, banjir yang sempat melanda tujuh kecamatan kini sebagian mulai surut. Namun, di sejumlah titik masih ditemukan genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 20 sentimeter.
Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Nova, telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir. Bahkan, Bupati OKI turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan.
Di sisi lain, BPBD OKI mengakui menghadapi sejumlah kendala dalam penanganan bencana. Keterbatasan anggaran, minimnya personel, serta terbatasnya peralatan dan logistik menjadi faktor penghambat dalam operasi kebencanaan.
“Selain keterbatasan sumber daya, masih ada warga yang enggan dievakuasi saat kondisi sudah membahayakan. Ini menjadi tantangan serius di lapangan,” ujarnya.
BPBD OKI mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem. Warga diminta rutin memantau kondisi cuaca dan tinggi muka air, serta segera mengungsi jika situasi mengancam keselamatan.
“Hindari sungai, jalan tergenang, dan arus deras. Patuhi arahan petugas. Keselamatan anak-anak, lansia, dan kelompok rentan harus menjadi prioritas,” pungkas Nova. (KPB)

