RELUNG.ID- Suwarni, nenek berusia 66 tahun, melaporkan tindakan bullying yang dialami cucu kesayangannya, TR (13) yang merupakan pelajar SMP, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Suwarni geram setelah mengetahui cucunya diceburkan ke sungai oleh teman-temannya di Jalan Terusan I, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, pada Minggu (18/5) sore.
Suwarni menceritakan bahwa awalnya TR pulang dari latihan menari dalam kondisi basah. Awalnya Tegar enggan bercerita, namun setelah ditemukan handphone yang disembunyikan di tas sekolah, kebenaran mulai terungkap.
“HP dia kami cari, ketemu di dalam tas yang tidak dipakai sekolah lagi. Setelah itu, kakaknya cerita sama saya kalau TR bukan cuma didorong, tapi juga diceburkan ke sungai,” ujarnya, Selasa (20/5).
Dalam sebuah video yang beredar, terlihat TR ditarik-tarik dan diceburkan oleh beberapa temannya secara beramai-ramai. Kejadian itu membuat Suwarni sangat sedih, apalagi kondisi cucunya yang menderita asma. “Yang membuat saya menangis, saat dia diceburkan ke sungai, mau berdiri saja susah. Apalagi dia memiliki penyakit asma,” ujarnya.
Akibat insiden itu, TR mengalami luka memar di kaki, tangan, dan dada. Suwarni menegaskan tidak menerima perlakuan tersebut dan berharap pelaku segera ditangkap serta mendapat tindakan hukum. “Kami tidak terima, itulah saya laporkan ke sini, berharap pelaku ditangkap,” katanya.
Sementara itu, Panit SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Yudi, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa laporan itu akan segera ditindaklanjuti oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang.[DNP]

