Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Dapur MBG Surabaya Belum Kantongi Sertifikat Higiene saat 200 Siswa Keracunan
Regional

Dapur MBG Surabaya Belum Kantongi Sertifikat Higiene saat 200 Siswa Keracunan

RiyadiBy Riyadi14/05/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Dapur MBG Polres OKI. (Fauzi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengungkap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) saat insiden dugaan keracunan massal menimpa sekitar 200 siswa dari 12 sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Temuan tersebut diungkap Kepala Dinkes Surabaya, Billy Daniel Messakh dalam rapat dengar pendapat bersama Natalius Pigai di Gedung DPRD Surabaya, Rabu (13/5/2026).

Billy menjelaskan, berdasarkan hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL), dapur MBG Tembok Dukuh hanya memperoleh skor 81,85 persen dan masuk kategori Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Baca juga :   Kasus Keracunan SDN 178, Wali Kota Palembang Instruksikan Hentikan Sementara Layanan MBG Bermasalah

“SPPG ini belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, padahal itu syarat wajib jasa boga,” ujar Billy.

Selain belum memiliki sertifikat higiene, Dinkes juga menemukan sejumlah pelanggaran sanitasi di area dapur. Salah satunya terkait proses pencairan daging beku yang dilakukan di area tidak higienis.

“Daging itu dalam keadaan beku, di-defrost di area yang tidak bersih. Jadi waktu di-defrost itu lamanya sekitar dua jam, baru daging layak dipotong,” ungkapnya.

Baca juga :   Emil Dardak Tegaskan Tak Ada Korban Meninggal dalam Kasus Dugaan Keracunan MBG Sidoarjo

Petugas juga menemukan banyak lalat di area pengolahan makanan. Menurut Billy, perangkap serangga yang dipasang tidak memenuhi standar sehingga serangga tetap bebas keluar masuk dapur.

“Dia punya insect trap, tapi tidak memenuhi standar, jadi ada lampu tapi tidak ada trap-nya,” jelas Billy.

Tak hanya itu, pintu dapur disebut tidak dilengkapi tirai plastik penghalang serangga yang seharusnya menjadi standar kebersihan dapur pengolahan makanan.

Baca juga :   RS Muhammadiyah Palembang Lantik Direksi Baru, Resmikan Ruang KERIS

Insiden keracunan massal tersebut menyebabkan hampir 200 siswa dari tingkat TK, SD hingga SMP mengalami mual dan pusing usai menyantap menu MBG pada Senin (11/5/2026).

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pranadani mengatakan dugaan sementara mengarah pada menu daging yang disajikan hari itu.

“Kalau dari pantauan kami dan laporan guru-guru, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya,” katanya.

Baca juga :   DBD Masih Mengintai Sumsel, Awal Tahun Jadi Periode Paling Rawan

Sementara itu, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla membantah bahwa bahan makanan yang digunakan dalam kondisi basi. Ia menegaskan daging diterima dalam kondisi baik dan telah dimasak sesuai standar.

“Dagingnya enggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu bahan yang sangat riskan banget,” ujar Chafi.

Saat ini operasional dapur SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK).[YKP]

200 Siswa Dapur MBG Keracunan Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKasus HIV di Sumsel Tembus 319 Orang, Dinkes Fokus Perluas Deteksi Dini dan Edukasi Anak Muda
Next Article Sumsel Nihil Kasus Hantavirus, Dinkes Minta Warga Waspada Tikus di Lingkungan Rumah
Riyadi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20262 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,934 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,804 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,777 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?