RELUNG.ID – Selebgram dan konten kreator Dara Arafah mengaku menjadi lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja sama promosi, khususnya dari perusahaan travel.
Hal ini menyusul namanya ikut terseret dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan Hanania Group.
Pengalaman tersebut, menurut Dara, memberikan dampak psikologis sekaligus menjadi pelajaran berharga dalam kariernya sebagai figur publik yang kerap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
Pernyataan itu disampaikan Dara usai memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut pada Jumat (12/6/2026).
“Jujur, cukup trauma. Karena kita memang tidak pernah bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan,” ujar Dara kepada awak media.
Dara mengatakan kasus yang menimpa Hanania Group membuatnya lebih selektif dalam memilih mitra kerja sama.
Ke depan, ia berkomitmen untuk melakukan proses verifikasi yang lebih ketat sebelum menerima tawaran promosi atau endorsement.
“Ini menjadi pembelajaran besar bagi saya pribadi. Ke depannya tentu saya akan lebih hati-hati dan lebih banyak melakukan penyaringan sebelum menerima kerja sama dengan pihak tertentu,” katanya.
Meski namanya ikut disebut dalam perkara tersebut, Dara mengaku perhatian utamanya tertuju kepada para jemaah yang diduga menjadi korban. Ia berharap proses hukum dapat berjalan lancar sehingga hak-hak para jemaah dapat dipulihkan.
“Kalau bicara kasihan, tentu saya lebih kasihan kepada para jemaah. Saya berharap kasus ini bisa terus dikawal sampai mereka mendapatkan haknya kembali dan pihak kepolisian menemukan titik terang,” ungkapnya.
Dara juga menjelaskan bahwa keberangkatannya untuk menunaikan ibadah umrah bersama sejumlah artis dan influencer pada saat itu merupakan bagian dari kerja sama promosi dengan sistem barter konten.
Selain mendapatkan fasilitas perjalanan umrah, Dara mengaku menerima uang saku sebesar Rp10 juta dari pihak travel.
Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut telah diserahkan kepada penyidik sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana umrah yang melibatkan Hanania Group saat ini masih dalam penanganan Polda Metro Jaya.
Dalam proses penyelidikan, sejumlah publik figur yang pernah bekerja sama dengan perusahaan tersebut turut dimintai keterangan untuk membantu mengungkap rangkaian peristiwa serta aliran dana yang terkait dengan kasus tersebut.
Dara berharap kasus ini dapat segera menemukan kejelasan hukum sekaligus menjadi pengingat bagi para influencer dan figur publik agar lebih cermat dalam memilih kerja sama bisnis yang melibatkan masyarakat luas. (vid)

