RELUNG.ID-Universitas Terbuka (UT) Palembang terus memantapkan kesiapan mahasiswa baru dalam menghadapi sistem pembelajaran jarak jauh. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) Tahap II bagi mahasiswa program Diploma dan Sarjana Semester Genap Tahun 2025.
Kegiatan PKBJJ digelar pada Minggu (1/2/2026) di UT Palembang dan diikuti 400 mahasiswa baru yang dibagi ke dalam 8 kelas sesuai dengan program studi masing-masing.
Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair A., M.M., mengatakan bahwa jumlah pendaftar pada semester ini mencapai 7.749 orang, dengan sekitar 2.100 mahasiswa telah menyelesaikan pembayaran registrasi.
“Masih tersedia waktu sekitar 10 hari ke depan. Kami mengimbau mahasiswa segera melakukan pembayaran agar tidak terkendala gagal registrasi akibat penumpukan di akhir,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Naim ini menjelaskan, prinsip kesuksesan belajar jarak jauh tetap mengacu pada sistem UT yang sudah berjalan. Namun, metode pelaksanaannya kini dibuat lebih terpusat.
“Jika sebelumnya ada empat metode pembelajaran seperti tutorial tatap muka, workshop tugas, e-learning, dan pembelajaran jarak jauh, saat ini UT Palembang memfokuskan pada dua kegiatan utama, yakni OSMB dan PKBJJ,” jelasnya.
Menurut Naim, workshop tugas dan ujian berbasis e-learning kini sepenuhnya dilaksanakan oleh UT Pusat secara daring dan serentak sesuai program studi.
“Kami berharap mahasiswa benar-benar memahami konsep pembelajaran jarak jauh agar saat masuk tutorial bisa cepat beradaptasi, meraih nilai memuaskan, dan lulus tepat waktu,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana PKBJJ, Iis Parilah, S.I.Kom., menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal krusial bagi mahasiswa baru agar tidak mengalami kebingungan saat menjalani sistem belajar mandiri.
“Mahasiswa dibekali strategi belajar, penyusunan rencana belajar, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi yang digunakan selama perkuliahan di UT,” kata Iis.
Ia menyebutkan, materi PKBJJ meliputi pengenalan MyUT, perpustakaan digital, hingga sistem pembelajaran melalui e-learning. Pelatihan ini didampingi oleh instruktur dari dosen dan tenaga pendidik UT Palembang.
“Peserta berasal dari berbagai daerah, mulai dari Palembang, Banyuasin, hingga Ogan Komering Ilir,” ungkapnya.
Berbeda dengan OSMB yang dilaksanakan secara massal di satu ruangan besar, PKBJJ Tahap II membagi mahasiswa ke dalam kelas A hingga H sesuai program studi. Untuk tahap ini, Program Studi PGSD menjadi yang paling banyak diikuti, dengan mayoritas peserta berasal dari generasi muda berusia 18–25 tahun.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, mahasiswa sudah tahu apa yang harus dilakukan saat belajar mandiri, sehingga tidak merasa tersesat karena sudah mendapat arahan sejak awal,” ujarnya.
Di sisi lain, Gadis Persahabatan UT Palembang, Erisya Olivia, mengungkapkan pengalamannya menempuh pendidikan di UT yang dinilainya menyenangkan dan fleksibel. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial sebagai relawan, seperti berbagi cerita dan bermain bersama anak-anak panti asuhan.
“Bagi mahasiswa yang tertarik bergabung sebagai volunteer, bisa terus memantau Instagram UT karena rekrutmen biasanya dibuka di akhir tahun melalui seleksi wawancara dan penampilan bakat,” katanya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa baru Program Studi PGSD mengaku memilih UT karena sistem perkuliahannya yang fleksibel serta biaya pendidikan yang terjangkau.
“Dengan kuliah di UT, saya tetap bisa bekerja sambil menempuh pendidikan tinggi,” tuturnya. [YSP]

