RELUNG.ID – BPS memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan yang dibuat pemerintah.
Hal ini dikarenakan akurasi data yang dikeluarkan BPS.
Akurasi data BPS sebuah navigator serta petunjuk bagi pemerintah.
Baca Juga: NASA Bakal Luncurkan Pesawat Luar Angkasa Pemburu Asteroid Logam pada Oktober Mendatang
Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan, data BPS ibaratkan sebuah dasboard kendaraan, yang didalamnya ada berbagai indikator, mulai dari urusan oli, filter udara, RPM, Spidometer, termasuk tombol yang memiliki manfaat tertentu.
Dengan petunjuk tersebut maka dapat menentukan sukses atau tidak suksesnya pengemudi.
“Bagi kami, BPS ini berperan penting dan kami tentunya membutuhkan data dari BPS tersebut sebagai navigator yang akurat,” katanya disela pengukuhan Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (7/6).
Baca Juga: Na In Woo Jadi Detektif di Drakor Baru ‘I Have Waited a Long Time For You’
Selama dirinya menjabat sebagai kepala daerah, Herman Deru mengaku, peran BPS sangat membantu dirinya menjalankan roda pembangunan di daerah.
Data BPS ini dapat digunakan untuk membaca kondisi terkini dalam menentukan kebijakan.
Seperti stabilitas ekonomi dalam menjadikan Sumsel sebagai daerah pengendali inflasi sangat sangat terbantu dengan informasi yang diberikan BPS.
Baca Juga: Komik ‘Cell At Work! Illegal’ Bakal Berakhir September Mendatang
“Saya harap dapat terus bersinergi sehingga dapat menentukan arah kebijakan yang lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto melihat, sejauh ini kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel cukup baik. Diantaranya, Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
Program ini guna menekan inflasi yang tinggi karena GSMP ini berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di Sumsel.
Baca Juga: OnePlus Fold Bakal Diluncurkan Secara Global Pada Agustus Mendatang di New York
“Dari data BPS, inflasi untuk di Sumsel Juni 2023 ini mengalami deflasi 0,04 persen secara MtM (Bulan ke Bulan). Sedangkan untuk YoY yaitu sebesar 3,38 persen,” pungkasnya.

