RELUNG.ID – Debat kedua Pilkada Musi Banyuasin (Muba) yang digelar di Gedung Dharma Wanita Sekayu, Rabu (20/11/2024) malam, diwarnai insiden walk out oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Toha Tohet-Rahman.
Aksi ini terjadi pada segmen ketiga debat, ketika moderator meminta mereka mengambil amplop berisi pertanyaan untuk paslon nomor urut 1, Lucianty-Syaparuddin.
Setelah menerima amplop, calon wakil bupati (Cawabup) Rahman menyatakan keberatan terhadap mekanisme debat. Ia mengklaim bahwa pertanyaan seharusnya berasal dari paslon, bukan dari panelis.
“Kami merasa ada kejanggalan. Di rundown, hal ini tidak sesuai dengan yang diberikan kepada kami. Mohon maaf, kami tidak bisa melanjutkan debat ini,” ucap Rahman sebelum meninggalkan panggung bersama pasangannya.
Langkah tersebut diikuti oleh para pendukung mereka yang meneriakkan tudingan “KPU curang” sembari meninggalkan arena.
Debat Tetap Dilanjutkan
Setelah insiden tersebut, moderator menunda debat sementara. Ketua KPU Muba, M Sigid Nugroho, memastikan debat tetap berlanjut sesuai dengan aturan.
“Kami mohon maaf atas gangguan ini. Sesuai Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2024 dan juknis yang ada, debat akan tetap dilanjutkan karena ini merupakan bagian dari kampanye yang difasilitasi oleh KPU,” tegasnya.
Debat kemudian dilanjutkan dengan closing statement dari paslon nomor urut 1, Lucianty-Syaparuddin, yang tetap bertahan hingga akhir.
KPU dan Bawaslu: Skema Sudah Disepakati
Ketua KPU Muba, M Sigid Nugroho, menegaskan bahwa pelaksanaan debat telah sesuai aturan dan telah disepakati oleh semua pihak sebelum dimulai.
“Format debat, termasuk perubahan durasi waktu, sudah disepakati bersama dan dituangkan dalam berita acara,” jelasnya.
Ketua Bawaslu Muba, Beri Pirmansyah, juga membenarkan bahwa mekanisme debat telah mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu dan sesuai dengan kesepakatan awal.
Spekulasi dan Kritikan
Aksi walk out paslon nomor 2 menuai berbagai kritik. Pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar, menilai langkah tersebut mencerminkan ketidaksiapan paslon Toha-Rahman.
“Ini terlihat seperti upaya mencari simpati atau sensasi. Padahal tindakan ini justru menjadi blunder bagi mereka,” ujar Bagindo.
Akademisi dari Stisipol Candradimuka Palembang, Ade Indra Chaniago, menyebut aksi tersebut berpotensi merugikan elektabilitas paslon. “Publik membutuhkan transparansi program dan visi-misi. Aksi walk out seperti ini malah memperburuk persepsi masyarakat,” tegasnya.
Spekulasi juga muncul bahwa tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk menghindari debat karena survei paslon nomor 2 menunjukkan penurunan elektabilitas setelah debat pertama.
Respons Paslon Nomor 1
Paslon nomor urut 1, Lucianty-Syaparuddin, yang tetap bertahan hingga akhir, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat.
“Debat adalah bagian penting dari kampanye. Kami tetap fokus menyampaikan program untuk masyarakat Muba,” ujar Lucianty.
Imbas pada Pemilih
Aksi walk out ini diperkirakan akan memengaruhi pandangan pemilih. Publik kini diminta lebih cermat menilai kualitas calon yang akan memimpin Kabupaten Muba ke depan. [AYK]

