RELUNG.ID – Kehidupan Kurozumi Tama atau Otama sangat menyedihkan selama hidupnya di masa penjajahan Kurozumi Orochi dan Kaido di manga One Piece.
Otama berumur 5 tahun masih sangat bocah harus ditinggalkan ayah dan ibunya. Karena ayah dan ibunya kerja di Pabrik senjata Kaido mati kelelahan.
Baca Juga: Ini 3 Shogun Wano, Momonosuke Gantikan Ayahnya
Otama setiap malam membuat topi jerami yang dirajutnya sendiri untuk mendapatkan uang. Otama sudah tidak pernah makan saat orang tuanya meninggal dunia.
Bahkan hewan peliharaan Otama juga bertubuh kecil Komachiyo kelaparan dan perutnya sering berbunyi. Usaha Otama menjual topi rajutanya selalu gagal atau tidak laku dijual.
Kendati badai salju tengah melanda Wano penduduk membutuhkan topi untuk menghalangi pandangan salju tetapi tetap saja tidak laku. Karena penduduk juga tidak memiliki uang kalau untuk membeli topi.
Sudah beberap hari tidak makan semua topi rajutannya tidak laku Otama menyerah. Dia memberikan semua topinya kepada patung biksu agar tidak terkena badai salju.
Baca Juga: Kenapa Oden Tidak Pernah jadi Shogun Wano! Ini Jawabannya
Otama menyerahkan dirinya apabila harus mati dan tidak akan pernah lagi ingin berjuang untuk hidup.
Namun tiba-tiba pria tua misterius (Kozuki Sikuyaki) menggunakan topeng merah hidung panjang dan menggunakan sayap berbicara kepadanya.
Dia menyebutkan 20 tahun lagi klan Kozuki akan menyelamatkan penduduk Wano.
Akan ada pasukan dari klan Kozuki bersama pemimpinnya membebaskan Wano dari penjajahan.
Mendengar itu Otama tiba-tiba percaya kepada klan Kozuki. Padahal Otama sendiri berasal dari klan Kurozumi.
Namun dia percaya kepada sang kakek berhidung panjang. Otama kemudian berjanji untuk terus hidup dan bertahan selama 20 tahun lagi.

