RELUNG.ID – Pasca penyesuaian harga BBM Non subsidi oleh pemerintah, gejolak antrian pembelian BBM Non subsidi maupun subsidi terlihat masih normal dan belum ada lonjakan.
Hal ini terlihat di SPBU Kepur Muara Enim, Senin kemarin (20/4/2026).
Berdasarkan pantauan, antrian cukup panjang untuk jenis BBM subsidi yaitu solar. Bahkan, antrian ini hingga ke jalan raya.
Mengingat, SPBU Kepur merupakan satu-satunya SPBU yang berada di dalam Kota Muara Enim dan Tanjung Enim yang menjual BBM jenis solar sehingga konsumen terkonsentrasi di satu SPBU.
Pengawas SPBU Kepur Agus mengatakan, bahwa sejak adanya penyesuaian BBM non subsidi oleh pemerintah, hampir tidak ada pengaruh ataupun lonjakan di SPBU.
“Kita jual BBM jenis Solar maupun Dexlite, semuanya normal-normal saja. Kita bisa lihat dari penjualan maupun antrian dilapangan,” ujarnya.
Lanjut Agus, untuk BBM Jenis Solar setiap hari diberikan jatah sebanyak 8 ton, dan kita jual sejak pukul 06.30 WIB sampai habis setiap harinya. Sedangkan untuk BBM jenis Dexlit kita siapkan sebanyak 8 ton untuk satu minggu.
“Kalau Dexlite itu penjualan rata-rata sebanyak 900 liter perhari, sama dengan penjualan sebelum ada kenaikan,” terangnya.
Sementara itu Kadisperindag Muara Enim Bhakti, bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan pasca penyesuaian harga BBM Nonsubsidi oleh pemerintah pusat.
“Dari hasil pemantauan tidak ada gejolak baik itu di SPBU maupun masyarakat dan situasi masih kondusif dan normal seperti biasa,” singkatnya.
Seperti diketahui, kenaikan harga BBM non subsidi ini terjadi pada 18 April lalu. Semula harga Dexlite Rp14.500 per liter kini menjadi Rp24.150 per liter untuk wilayah Sumsel. (NVS)

