RELUNG.ID – Di awal tahun 2025, harga emas tercatat mengalami stagnan diangka 2.625 dolar AS per ons pada perdagangan Kamis 2 Januari 2025.
Meski mengalami stagnan. Namun, harga emas ini mengalami kenaikan sejak tahun 2010 lalu.
Dikutip dari Bloomberg, di tahun 2024 lalu, harga emas mengalami kenaikan bahkan mencapai 27 persen. Hal ini didorong siklus pemotongan suku bunga oleh Fed permintaan safe haven yang terus berlanjut, dan pembelian besar-besaran oleh bank sentral.
Investor kini fokus pada jalur suku bunga di AS. Bulan lalu, Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan akan lebih berhati-hati dalam mengurangi biaya pinjaman di tengah kekhawatiran baru tentang inflasi.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya berdampak positif bagi harga emas batangan, yang tidak memberikan bunga.
Dari data ekonomi utama yang akan dirilis minggu ini, termasuk klaim pengangguran AS dan laporan manufaktur, akan diawasi dengan ketat untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah kebijakan pelonggaran oleh Fed. (AAL)

