Mustopa (56) warga Desa Tanah Abang, Kecamatan Semendo Darat Tengah (SDT), Kabupaten Muara Enim, Sumsel gelap mata hingga nekat membacok adik iparnya Harnadi (57). Aksi tersebut terjadi diduga permasalahan warisan kebun durian
Akibat pembacokan tersebut, Korban Harnadi harus dirawat intensi di RSUD dr HM Rabain Muara Enim karena mengalami luka bacok di kepala dan pundak.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu kemarin (2/11) di rumah tersangka. Saat itu, korban mendatangi tersangka dengan tujuan untuk menanyakan masalah kebun durian yang merupakan warisan turun temurun. Namun, keduanya terlibat cekcok hingga membuat tersangka naik pitam dan mengambil parang, serta membacok korban berkali-kali di depan rumahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala dan pundak sebelah kiri. Korban juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semendo.
Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi melalui Kapolsek Semendo AKP Marinus Ginting mengatakan, usai mendapatkan laporan tersebut, tim Alap-Alap Polsek Semendo langsung melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku.
“Diketahui, jika tersangka sudah mengamankan diri dirumah kepala desa Tanah Abang, Kecamatan SDL, Kabupaten Muara Enim sehingga tim langsung menangkap tersangka,” katanya.
Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya telah melakukan aksi penganiayaan dengan senjata tajam jenis parang terhadap korban. “Dari penangkapan ini kami menyita barang bukti berupa parang sekitar 45 cm. Pelaku pun diancam dengan pasal penganiayaan dengan pemberatan,” pungkasnya.
