RELUNG.ID – Kebakaran hebat kembali melanda pemukiman padat penduduk. Kali ini di Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Keramat II, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Sabtu (9/8) sekitar pukul 07.30 WIB.
Beruntung peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya saja tiga rumah semi permanen ludes dilalap si jago merah hingga total kerugian mencapai ratusan juta rupih.
Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang Rika Trisna membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan pihaknya menerima laporan warga sekitar pukul 07.40 WIB.
“Setelah menerima informasi tersebut, kami langsung bergerak menuju lokasi kebakaran. Ada sebelas unit mobil pemadam kebakaran yang kita kerahkan ke lokasi. Kami khawatir karena lokasi kawasan padat penduduk, jadi kami kerahkan kekuatan penuh,” ucap dia.
Ditemui di lokasi kebakaran, Rika menyebutkan belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang terjadi. Namun dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik dari salah satu rumah hingga merambat ke rumah lainnya.
“Ada tiga rumah yang terbakar, satu rumah yang terdampak. Api baru berhasil kita jinakan sekitar 1 sampai 1,5 jam. Dugaan sementara karena konsleting di salah satu rumah korban,” tambah Rika.
Sementara itu, korban Abdullah (50) mengatakan, dirinya sedang mengantar anak ke sekolah saat kejadian. Kemudian, pengemudi bentor itu berencana kembali ke Lorong Keramat untuk mencari penumpang.
“Saya dari mengantar anak saya yang SMA. Lalu pulang rencananya mau nyari penumpang bentor,” ujarnya.
Sesampainya di depan lorong, ia malah mendapat kabar bahwa rumahnya hangus terbakar. Abdullah kemudian kembali ke rumah dan memastikan anaknya selamat.
“Aku langsung buru-buru datang, api sudah besar sekali. Tidak ada yang bisa ditolong lagi,” keluhnya.
“Di rumah ada anak dan keponakan yang masih kelas 1 SD. Alhamdulillah sempat diselamatkan,” lanjut Abdullah.
Rumah warisan orang tua yang telah ia tinggal sejak lahir itu kini sudah tak bersisa lagi. Abdullah pun hanya dapat menggantungkan harapannya pada pemerintah.
“Kemungkinan kami akan tinggal di rumah keluarga sementara waktu. Berharap dari pemerintah ada bantuan, setidaknya rumah kecil tidak apa-apa yang penting punya kami sendiri,” harapnya. (DNP)

