RELUNG.ID – Sebuah kapal tongkang bermuatan batubara dilaporkan sempat tersangkut di badan Jembatan Bentayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin, pada Kamis (23/4/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi saat tongkang yang mengangkut batubara dari wilayah Musi Banyuasin (Muba) melintas di bawah jembatan menuju perairan.
Diduga, muatan yang melebihi kapasitas (over tonase) menyebabkan tongkang tidak dapat melewati kolong jembatan dan akhirnya tersangkut.
Upaya evakuasi sempat mengalami kendala. Penarikan menggunakan beberapa kapal awalnya belum membuahkan hasil.
Namun setelah dilakukan penarikan secara bersama-sama menggunakan tujuh kapal, tongkang akhirnya berhasil dilepaskan dan dapat melanjutkan perjalanan.
Meski sempat mengganggu aktivitas pelayaran, dilaporkan tidak ada kerusakan pada Jembatan Bentayan yang merupakan akses penting penghubung masyarakat di wilayah Banyuasin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Banyuasin, Zakirin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait insiden tersebut.
“Kami akan menelusuri kejadian ini dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta Dinas PUPR,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Tungkal Ilir, Yudi, memastikan bahwa kondisi saat ini sudah kembali normal dan tongkang telah berhasil melintas.
“Kejadiannya kemarin. Tongkang batubara milik PT Tempirai sempat tersangkut di badan jembatan, namun sekarang sudah bisa melintas kembali,” tutupnya. (RDK)

