RELUNG.ID – Tingginya populasi mobil BEV (Baterry Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) di pasar Tiongkok. Hal itu membuat Toyota China akan menjalin kemitraan lokal karena digempur hingga babak belur.
Kondisi ini karena transisi ke mobil listrik ini membuat pabrikan lokal seperti BYD, Geely, Chery, atau Wuling tumbuh secara agresif.
Hal itu dikatakan Tetsuro Ueda, Chief Executive Toyota China Region menyebut kalau apa yang terjadi di Tiongkok begitu mengesankan.
Baca Juga: Beli Motor Listrik! Ini 3 Syarat untuk Dapatkan Subsidi Rp 7 Juta dari Pemerintah
“Pasar otomotif China berkembang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ucap Ueda dikutip dari Autofun Thailand.
Untuk itulah raksasa otomotif Jepang ini akan membuat satu langkah inisiatif baru untuk merombak persepsi yang ada selama ini.
Ueda menyebut, pabrikan bahkan akan mengganti nama pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Tiongkok, merombak ulang timnya, sampai mempercepat pengembangan kendaraan berbahan bakar alternatif.
Baca Juga: iQOO Z8x Siap Hadir dengan Snapdragon 6 Gen 1 dan Baterai 6.000 mAh
“Toyota akan bekerja sama sebagai satu kesatuan untuk mengubah cara kita bekerja dan berpikir dengan tujuan bertahan hidup di China,” tambah Ueda.
Mobil listrik Wuling Hongguang Mini EV sempat mencatat rekor penjualan di China
Menurut dia, dengan mendorong kerjasama mitra lokal, maka Toyota berharap bisa menciptakan produk yang menarik minat pelanggan di negara itu.
Ueda juga menegaskan, Toyota tetap berkomitmen untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan dengan berbagai tipe mesin, mulai dari EV, HEV, PHEV, hingga Hidrogen, yang semuanya akan disesuaikan dengan selera masyarakat China.

