Meski para pedagang menjual murah buah duriannya. Tetap saja, peminat dan pembeli masih sepi.
Hal ini diakui seorang pedagang Durian, Ujang Ali Fikri, saat ditemui tengah menjajakan buah duriannya, Sabtu (10/9).
Dia menjelaskan saat ini musim durian di Kota Lubuklinggau akan segera berakhir. Dimana, diperkirakan pada 10 hari kedepan. Menurutnya, di trip kedua masa panen durian ini memang tidak sebanyak pada trip pertama.
“Kalau trip pertama kemarin atau tepatnya bulan lalu banyak sekali yang berjualan, tapi trip kedua ini sudah berkurang,” katanya.
Tak heran, hampir setiap daerah mendatangi Lubuklinggau untuk membeli buah durian, mulai dari Jakarta, Bandung, Sekayu, Palembang, Jambi hingga Bengkulu. Mereka membeli dan membawa ratusan durian untuk dibawa pulang ke daerah mereka.
Namun, sekarang kondisi pembeli sudah mulai sepi. Bahkan, pada trip pertama panen durian yang terjual
200 sampai 300 durian. Untuk saat ini, sehari hanya 50 durian. Dia mengatakan, harga jual pun bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.
“Walau sudah murah tetap saja pembelinya masih sepi,” ujarnya.
Sepinya pembeli ini juga dilatarbelakangi kurang manisnya durian hasil panen trip kedua. Dia mengaku tidak mengetahui pasti kurang manisnya durian trip kedua ini. Namun, banyak petani menyebut dikarenakan gempa serta faktor hujan.
“Saya tidak mengetahui pasti penyebabnya, tapi ini tentunya menjadi faktor berkurangnya minat pembeli,” tutupnya ujang yang juga petani durian di Lubuklinggau ini.

