RELUNG.ID – Sebanyak 239 murid di SD Negeri 166 OKU di Desa Karya Jaya, Kecamatan Sinar Peninjauan kompak menolak Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Penolakan yang sudah lebih satu bulan dilakukan ini dikarenakan menu MBG yang diberikan dari dapur SPPG Marga Bakti dinilai tidak variatif.
Salah satu guru di SDN 166 OKU, Noverlin mengatakan, penolakan menu MBG ini telah berlangsung sejak awal Agustus 2026. Bahkan, pihaknya telah melayangkan surat terkait alasan penolakan menu MBG yang disajikan dari dapur SPPG Marga Bakti ini.
Alasan penolakan tersebut yaitu, makanan yang disajikan terkadang berbau tidak sedap, menu kurang kreatif. Bahkan, pernah basi, buah busuk, masam hingga mentah.
“Anak -anak banyak yang tidak mau makan menu yang diberikan, kalaupun dimakan tidak habis. Alasannya, karena pernah menunya bau, bahkan pernah basi,* ungkapnya, dibincangi di ruang guru, Selasa (15/9/2026).
Di tengah persoalan penolakan MBG ini, pihak pernah dikunjungi pihak pihak Polsek setempat untuk melakukan mediasi.
“Permasalahan ini juga sudah sampai ke Polres OKU. Katanya mau memediasi SDN 166 dengan SPPG. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan dan kami juga tidak lagi menerima MBG,” bebernya.
Ditambahkan, Guru SDN 166 OKU, Wulan. Penolakan menu MBG ini telah disepakati komite dan SDN 166 OKU dengan alasan awal menunya tidak variatif dan siswa kurang suka.
“Beberapa minggu kemudian, kami disuruh buat lagi surat pernyataan yang alasannya berubah, yakni penolakan MBG karena sekolah kami sudah mampu dan dialihkan ke sekolah lain,” terangnya.
“Setiap hari pihak MBG minta data, katanya kalau tidak ngasih data maka tidak dikasih MBG,” ucapnya menambahkan.
Meski demikian, kata dia, berdasarkan hasil pertemuan dengan wali murid, mereka mau menerima kembali jika menunya disesuaikan dan wajar.
“Kalau bisa jangan telur terus, tekwan. Tolong disesuaikan dan yang wajar. Kalau menunya selalu tidak sesuai, orang tua murid minta diganti uang saja,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Marga Bakti, Rama Fajri membenarkan adanya komplain dan penolakan menu MBG oleh SDN 166 OKU. “Benar, kami juga sudah tahu alasannya,” ucap Rama.
Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah berupaya memenuhi permintaan SDN 166 OKU dengan memberikan menu yang bervariatif.
“Tapi tidak semua permintaannya bisa kami penuhi, sehingga terjadilah penolakan,” ungkapnya.
Terkait permintaan diganti uang, Rama menegaskan, pihaknya tidak bisa memenuhi hal tersebut, sebab program yang mereka kerjakan adalah MBG kita bergizi gratis, bukan bagi uang gratis.
“Selama ini kami mengakomodir 25 sekolah dengan penerima manfaat 3000 lebih, karena ada penolakan oleh satu sekolah, jadi tinggal 24 sekolah dengan penerima manfaat 2901,” jelasnya dengan rinci.
“Dapur SPPG kita merupakan terbaik pertama se-Kabupaten OKU, dan top 10 se-Sumsel,” pungkasnya. (MZN)

