Permainan lato-lato saat ini kian marak, tak hanya di lingkugan rumah. Namun, juga di lingkungan sekolah.
Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lubuklinggau mengeluarkan larangan kepada pelajar untuk tidak membawa lato-lato di lingkungan sekolah.
“Semua permainan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar dan mengajar tidak boleh dibawa dibawa ke sekolah, termasuk lato-lato,” tegas Kepala Disdikbud Lubuklinggau, Dian Candra, Rabu (11/1).
Baca Juga: Sembilan Rumah di Palembang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
Dia juga mengimbau agar orangtua tidak membiarkan anak mereka membawa permainan lato-lato tersebut ke sekolah. Termasuk guru juga untuk mengimbau siswanya agar tidak bermain lato-lato saat disekolah. “Sebenarnya guru pasti tidak memperbolehkan siswanya membawa mainan ke sekolah termasuk juga lato-lato,’ katanya.
Sementara itu, salah seorang orangtua siswa di Muara Enim, Ranti mengakui jika permainan lato-lato tersebut mengganggu belajar dan mengajar karena suaranya yang berisik. Karena itu, dia pun melarang keras anaknya untuk membawa lato-lato tersebut ke sekolah.
Baca Juga: Tahun Ini, OKU Usulkan 550 Formasi Calon P3K
“Saya selalu ingatkan anak saya, bahkan periksa tasnya sebelum pergi sekolah jangan sampai bawa lato-lato. Sebab memamg di rumah di sering main lato-lato, makanya saya periksa tasnya jangan sampai mainanya dibawa ke sekolah,” pungkasnya.

