RELUNG.ID – Pemerintah tak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan mudik Lebaran 2026. Tahun ini, insentif tarif menjadi senjata utama. Diskon tarif tol resmi dinaikkan menjadi 30 persen, lebih besar dibanding potongan 20 persen pada periode sebelumnya.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan kebijakan tersebut berlaku di seluruh ruas tol yang sama seperti cakupan diskon tahun lalu.
“Kami perpanjang periodenya dan diskonnya kami naikkan supaya pemudik tidak menumpuk di puncak arus,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3).
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, potongan tarif kali ini sudah bisa dinikmati sejak H-9 Lebaran. Pemerintah berharap stimulus ini mendorong masyarakat berangkat lebih awal dan tidak terkonsentrasi pada hari-hari tertentu yang selama ini identik dengan kemacetan panjang.
Strategi tersebut dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan sistem satu arah atau contraflow. Dengan rentang waktu yang lebih panjang, distribusi kendaraan diharapkan lebih merata.
Selain insentif tarif, Kementerian PU memastikan kesiapan fisik jalan tol. Perbaikan dan pemeliharaan disebut sudah dilakukan sejak sebulan terakhir guna menjamin kondisi jalan optimal saat puncak perjalanan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan ruas tol fungsional sepanjang total 285,195 kilometer. Jalur tambahan ini tersebar di tiga pulau besar untuk membantu memecah arus kendaraan.
Rinciannya, enam ruas di Pulau Jawa sepanjang 150,905 km, dua ruas di Sumatera sepanjang 79,17 km, serta satu ruas di Kalimantan sepanjang 55,12 km.[THQ]

