RELUNG.ID – Rencana renovasi Griya Agung senilai Rp5,25 miliar memicu perhatian publik. Namun, Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan kebijakan tersebut bukan bentuk pemborosan, melainkan strategi efisiensi jangka panjang dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
Bangunan yang terletak di Griya Agung, Palembang, itu selama ini berfungsi sebagai pusat kegiatan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, termasuk penyambutan tamu negara dan agenda kedinasan. Renovasi akan difokuskan pada dua titik utama, yakni Hall B dan Joglo yang dinilai membutuhkan pembenahan.
“Renovasi ini untuk menunjang kegiatan resmi pemerintah,” ujar Deru, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan fasilitas internal seperti Griya Agung justru dapat menghemat anggaran dibandingkan jika kegiatan seremonial digelar di hotel. Menurutnya, biaya sewa tempat dan fasilitas pendukung di luar dinilai lebih besar dalam jangka panjang.
“Kalau kegiatan dilakukan di hotel, biayanya lebih mahal. Jadi lebih efisien jika fasilitas ini dibuat layak,” katanya.
Deru juga menepis anggapan bahwa renovasi tersebut berkaitan dengan kepentingan pribadi. Ia menegaskan tidak menempati Griya Agung sebagai rumah tinggal, melainkan menggunakan kediaman pribadi.
“Griya Agung itu untuk kegiatan resmi, bukan untuk tempat tinggal saya,” tegasnya.
Selain isu renovasi, Deru turut menanggapi sorotan terkait rencana pengadaan pakaian dinas dengan pagu anggaran mencapai Rp3 miliar. Ia menekankan bahwa angka tersebut bersifat perencanaan maksimal dan tidak harus direalisasikan seluruhnya.
“Pagu anggaran itu belum tentu digunakan semua. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.[THQ]

