RELUNG.ID – DJI resmi merilis drone DJI Neo 2 ke pasar global setelah sebelumnya debut di Tiongkok pada akhir Oktober.
Model terbaru ini kini tersedia di berbagai negara, kecuali Amerika Serikat, menyusul kondisi politik dan pasar yang membuat seluruh produk baru DJI tidak dirilis di wilayah tersebut.
DJI Neo 2 tetap mempertahankan karakter drone mini, dengan bobot hanya 151g (atau 160g saat menggunakan Digital Transceiver).
Meski sedikit lebih berat dari generasi pertama, model ini tetap jauh di bawah batas regulasi 250g yang berlaku di banyak negara.
Peningkatan performa juga terlihat jelas, mulai dari kecepatan maksimum naik menjadi 5 m/dtk dalam mode sport (sebelumnya 2 m/dtk). Waktu terbang mencapai 19 menit, sedikit meningkat dari 18 menit pada model lama.
Ketahanan angin Level 5 hingga 10,7 m/dtk (vs. Level 4 pada Neo generasi awal). Penyimpanan internal ditingkatkan menjadi 49GB, dua kali lipat dari model sebelumnya.
Sistem navigasi menjadi salah satu peningkatan terbesar. Neo 2 kini dilengkapi dengan sensor omnidirectional untuk deteksi lingkungan 360 derajat.
LiDAR menghadap ke depan untuk akurasi pemetaan jarak. Serta, kemampuan ini memungkinkan fitur ActiveTrack, termasuk mode baru khusus Bersepeda, untuk mengikuti subjek secara otomatis.
Meskipun menggunakan sensor 1/2 inci yang sama dengan versi sebelumnya, DJI meningkatkan kualitas optik dan stabilisasi, bukaan lensa lebih lebar, f/2.2 (sebelumnya f/2.6).
Gimbal yang sebelumnya satu sumbu kini menjadi 2 sumbu (tilt dan roll), menghasilkan rekaman lebih stabil. Resolusi video juga mendapat peningkatan signifikan yakni 4K 60fps untuk perekaman horizontal (vs. 4K 30fps) dan 2.7K 60fps untuk mode vertikal (vs. 1080p 60fps).
Secara default, Neo 2 menggunakan transmisi video berbasis Wi-Fi dengan jangkauan hingga 500 meter.
Pengguna dapat menambahkan sistem transmisi O4 untuk jangkauan hingga 10 kilometer, namun modul ini dijual terpisah dan termasuk dalam paket Fly More Combo. (LWM)

