RELUNG.ID – Kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi yang mengguncang sepak bola Malaysia kini menemukan titik terang. FIFA resmi menyatakan bahwa dokumen akta kelahiran kakek-nenek dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia terbukti palsu, dan menuding Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) gagal menjalankan proses verifikasi yang semestinya.
Dalam laporan resmi Ref. No. FDD-24394 yang dirilis Senin (6/10/2025) malam waktu setempat, Komite Disiplin FIFA menyoroti kelemahan serius dalam proses legalisasi dokumen pemain oleh FAM.
FIFA mengungkap, Departemen Pendaftaran Nasional (NRD) Malaysia sendiri mengakui tidak pernah memegang dokumen kelahiran asli dari para leluhur tujuh pemain tersebut.
“NRD mengonfirmasi tidak pernah menerima akta kelahiran asli, dan hanya mengeluarkan salinan berdasarkan data sekunder dari dokumen asing yang berasal dari Argentina, Brasil, dan Spanyol,” tulis FIFA dalam laporan tersebut.
FIFA menilai, fakta tersebut membuktikan bahwa verifikasi kewarganegaraan yang dilakukan FAM tidak mengacu pada bukti autentik, melainkan pada dokumen turunan yang meragukan validitasnya.
“Pengakuan ini menunjukkan proses validasi oleh Pemerintah Malaysia kemungkinan tidak berbasis dokumen asli, sehingga menimbulkan keraguan atas ketelitian verifikasi FAM,” lanjut laporan FIFA.
Ketujuh pemain yang terseret kasus ini adalah Facundo Garces, Jon Irazabal, Hector Hevel, Joao Figueiredo, Imanol Machuca, Rodrigo Holgado, dan Gabriel Palmero. Mereka sempat memperkuat Timnas Malaysia dalam beberapa laga internasional, termasuk Kualifikasi Piala Asia 2025.
Namun, FIFA menemukan bahwa klaim tempat lahir kakek-nenek mereka di Malaysia tidak benar. Hasil investigasi menunjukkan leluhur mereka berasal dari Eropa dan Amerika Latin.
Sebagai konsekuensinya, FAM dijatuhi denda 350.000 CHF atau sekitar Rp7 miliar, sementara masing-masing pemain dikenai larangan beraktivitas di sepak bola selama 12 bulan serta denda 2.000 CHF (sekitar Rp41 juta).
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi sepak bola Malaysia, yang selama ini aktif menaturalisasi pemain asing demi memperkuat skuad nasional. FAM kini dituntut melakukan reformasi menyeluruh terhadap mekanisme naturalisasi agar tidak kembali mencederai integritas kompetisi internasional.
FIFA menegaskan akan terus memantau langkah korektif yang diambil oleh FAM dalam beberapa bulan ke depan, termasuk kerja sama baru dengan NRD Malaysia dan AFC.[THQ]

