RELUNG.ID – Sumsel United berada di persimpangan penting kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026. Dengan delapan laga tersisa di putaran ketiga, Laskar Juaro bukan hanya dituntut tampil konsisten, tetapi juga membutuhkan sentuhan keberuntungan untuk menjaga asa bersaing di Grup 1 Wilayah Barat.
Ujian berat langsung menanti. Pada pekan ke-20, Ahad (22/2/2026), Sumsel United akan menjamu pemuncak klasemen Garudayaksa FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Laga ini menjadi krusial, bukan hanya untuk poin, tetapi juga untuk memulihkan kepercayaan diri tim yang tengah dilanda tren hasil kurang maksimal.
Secara permainan, Sumsel United sejatinya menunjukkan kualitas yang menjanjikan. Pada laga terakhir kontra PSMS Medan, tim asuhan Nil Maizar tampil dominan meski bermain di kandang lawan. Penguasaan bola mencapai 70 persen, ratusan umpan sukses dilepaskan, dan belasan peluang tercipta.
Namun, statistik impresif itu tak berbanding lurus dengan hasil. Dari banyaknya peluang, hanya satu yang berbuah gol lewat Diego Dall’Oca. Di sisi lain, PSMS Medan yang lebih banyak bertahan justru tampil efektif dan keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.
Pelatih kepala Sumsel United, Nil Maizar, mengakui situasi tim kian menantang setelah dua laga terakhir gagal berbuah kemenangan, sementara para pesaing di papan atas terus meraih poin.
“Kita tertinggal, tapi tidak boleh menyerah. Perjuangan belum selesai, dan kami akan bertarung sampai pertandingan terakhir,” tegasnya.
Masalah utama yang disorot Nilmaizar adalah ketajaman lini depan. Ia menilai timnya mampu menguasai permainan dan menciptakan peluang, tetapi kerap gagal menyelesaikannya menjadi gol.
“Kondisi ini juga terjadi saat Sumsel United menahan imbang Garudayaksa FC 0-0 pada pertemuan sebelumnya, meski unggul dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, ” kata dia.[THQ]

