RELUNG.ID – Bulan Ramadan tidak hanya menahan lapas dan haus tetapi juga mendidik hati serta memperkuat rasa kasih sayang antar sesama.
Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Ike Utia Ningsih, dosen Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang, dalam kultum Ramadan di Relung Media, Senin kemarin (24/3).
Ustadzah Ike Utia menekankan pentingnya disiplin dan konsistensi dalam berbuat baik. Menurutnya, Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, magfirah, dan unsur pendidikan.
“Ini bukan hanya tentang menahan hawa nafsu, melainkan juga tentang mendidik diri dan mendidik orang lain dengan hati yang tulus,” katanya.
Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, yang mengingatkan bahwa orang yang tidak mampu mencegah perbuatan tercela dan maksiat, baik dalam perbuatan maupun perkataan, tidak akan mendapatkan pahala atas rasa haus dan laparnya.
“Hadis tersebut mengandung pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan hati sebagai landasan dalam beribadah dan berinteraksi dengan sesama,” terangnya.
Dia pun menekankan bahwa pendidikan bukan hanya urusan akademis, melainkan juga pembinaan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Mendidik orang lain berarti juga mendidik diri kita sendiri. Kita harus menerapkan disiplin, empati, dan kasih sayang, seperti halnya kita menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri,” tambahnya.
Dia berharap dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam sikap dan perilaku terhadap sesama.
“Marilah jadikan bulan Ramadan dengan hati yang menerima dan terus menerus mendidik diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya. (LWM)

