RELUNG.ID – Sebanyak dua korban hilang akibat diterjang banjir di OKU Selatan akhirnya ditemukan.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi selamat usai dilakukan pencarian oleh tim gabungan BPBD.
Kedua korban selamat yaitu Karno (60) dan Toyib (30).
Baca Juga: Minggu Ini, Meta Luncurkan Threads ‘Si Pesaing Twitter’
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan, ada tiga korban dalam kejadian tersebut. Satu diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan dua lainnya berhasil selamat.
“Ketiganya ini satu keluarga, ayah, ibu (meninggal dunia), dan anak,” katanya.
Selain menghanyutkan tiga orang, banjir ini juga menyeret dua rumah di Desa Lawang Agung, Kecamatan Muaradua Kisam.
Baca Juga: Banjir Melanda Wilayah OKU Selatan, Satu Orang Tewas, Dua Masih Hilang
Serta merencam 55 unit rumah dengan total 125 orang terdampak banjir tersebut.
“Saat ini ada dua jembatan yang rusak total akibat banjir ini,” terangnya.
Sejauh ini, kondisi hujan di OKU Selatan sudah mereda. air yang berasal dari turunan sungai Bengkulu dikhawatirkan membuat debit air sungai menjadi tinggi.
Baca Juga: Vivo V29 5G Usung Snapdragon 778G+ dan Kamera 64MP, Ini Spesifikasi Lengkapnya
Sehingga, ia meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada.
“Tidak ada yang tinggal di tenda pengungsian, mereka memilih mengungsi di rumah tetangga. Tapi tenda pengungsian tetap disiapkan. Logistik sekarang masih sudah dikirimkan termasuk obat-obatan,” pungkasnya.
Sebelumnya, bencana banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten OKU selatan, Sumsel, Rabu (5/7).
Baca Juga: Diadaptasi dari Webtoon, Yuk Kenalan Pemeran Utama Drakor ‘National Death Penalty Vote’
Akibat banjir tersebut, satu orang meninggal dunia, dua orang masih dinyatakan hilang dan dua rumah hanyut terbawa derasnya arus banjir.
Dia mengatakan, banjir ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi dan lama sehingga mengakibatkan meluapnya air sungai.
Tak hanya itu, beberapa fasilitas umum pun rusak total. Mulai dari Jembatan Wisata gemuhak desa lawang agung bayur mengalami rusak total dan Jembatan Gantung arah kebun kopi masyarakat Lawang Agung.

