Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Efisiensi Anggaran Ancam Industri Hotel dan Restoran di Sumsel, PHK Bisa Terjadi
Bisnis

Efisiensi Anggaran Ancam Industri Hotel dan Restoran di Sumsel, PHK Bisa Terjadi

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda15/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Hotel. Foto : Pixabay
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat untuk menekan pengeluaran APBN dan APBD mulai berdampak pada sektor perhotelan, restoran, dan industri hiburan di Sumatera Selatan.

Sekretaris Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, John Johan Tisera, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran, terutama untuk kegiatan seremonial yang biasa digelar di hotel-hotel, bisa berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Bisa saja terjadi PHK jika efisiensi ini terus berlanjut. Efeknya sangat luas, termasuk pada tenaga kerja,” ujar John Johan pada Jumat (14/2/2025).

Menurutnya, kebijakan ini berdampak langsung pada pendapatan hotel dan restoran, yang bisa turun hingga 60 persen. Selain itu, tingkat hunian atau okupansi kamar hotel juga mengalami penurunan drastis. Saat ini, angka okupansi hotel di Sumsel sudah turun hingga 50 persen, seiring dengan melemahnya permintaan akibat berkurangnya kegiatan resmi pemerintah.

“Kalau biasanya hotel dan restoran ramai dengan acara pemerintahan, kini efek domino kebijakan efisiensi mulai terasa. Pendapatan turun drastis, dan tentu saja industri hiburan ikut terpukul,” tambahnya.

John juga mengkritik alasan efisiensi yang dilakukan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kebijakan tersebut tidak memiliki korelasi langsung dengan sektor ekonomi dan justru bisa menimbulkan masalah baru, seperti pengurangan tenaga kerja.

“Efisiensi anggaran untuk meningkatkan gizi anak memang penting, tapi dampaknya ke sektor bisnis tidak boleh diabaikan. Jika pendapatan hotel menurun, otomatis vendor makanan, pemasok, dan pasar juga terdampak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, jika 50 hotel yang biasanya memiliki kontrak dengan vendor makanan mengalami penurunan tamu dan acara, maka belanja mereka juga akan berkurang, yang pada akhirnya membuat sektor kuliner dan hiburan menjadi lesu.

Sebagai solusi, John menyarankan agar pemerintah menerapkan efisiensi anggaran secara bertahap untuk menghindari kepanikan di dunia usaha.

“Sebaiknya pemangkasan anggaran dilakukan secara perlahan, misalnya 5-6 persen di tahun pertama, lalu ditingkatkan bertahap di tahun berikutnya. Jika dilakukan secara mendadak, dampaknya bisa sangat besar,” katanya.

Ia juga menyoroti minimnya destinasi wisata di Palembang yang membuat sektor perhotelan sangat bergantung pada acara-acara resmi dan dinas. Menurutnya, tanpa alternatif sumber pendapatan lain, kebijakan efisiensi bisa semakin menekan industri yang sudah terdampak ini.

“Palembang tidak memiliki banyak destinasi wisata, dan dinas pariwisata maupun pemerintah daerah belum memiliki strategi yang kompak untuk mengembangkan sektor ini. Kalau efisiensi anggaran terus dilakukan tanpa solusi alternatif, maka dunia usaha akan semakin terpuruk,” pungkasnya.[THQ]

Efisiensi Anggaran PHRI Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBP3MI Tak Bisa Pulangkan PMI Asal Prabumulih Akibat Efisien Anggaran
Next Article Presiden Prabowo Percepat Target 6 Juta Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20265 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,919 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,791 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,764 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?