RELUNG.ID — Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah mulai dirasakan dampaknya oleh sejumlah sektor, termasuk industri perhotelan di Palembang. Berkurangnya kegiatan pemerintahan berdampak langsung pada tingkat hunian hotel dan pendapatan mereka.
“Pendapatan kami turun sekitar 20 persen karena berkurangnya tamu dan event dari instansi pemerintahan,” ungkap General Manager Aryaduta Hotel Palembang, Emmy Yunarti, Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, pemangkasan anggaran membuat kementerian dan dinas mengurangi kegiatan yang biasanya digelar di hotel. Meski demikian, pihaknya masih optimistis karena sektor pernikahan tetap menjadi sumber pendapatan utama.
“Kami tetap mengejar target melalui event wedding. Mayoritas tamu yang datang adalah mereka yang ingin menggelar pernikahan, dan sektor ini masih cukup ramai,” jelasnya.
Selain acara pernikahan, pihak hotel juga mengandalkan kegiatan komunitas untuk meningkatkan pemasukan serta menutupi dampak dari berkurangnya event pemerintahan.
“Apalagi, pemesanan acara pernikahan biasanya dilakukan jauh-jauh hari, bahkan ada yang sudah memesan setahun sebelumnya. Ini sangat membantu kami dalam mencapai target pendapatan,” tambah Emmy.
Sementara itu, Public Relation Harper Hotel Palembang, Aldina Febriyanti, menyampaikan bahwa meskipun event dari pemerintahan merupakan salah satu sumber pemasukan utama, hotel masih memiliki strategi lain untuk menjaga stabilitas okupansi.
“Kami tetap mengandalkan event dari sektor korporasi dan acara sosial seperti pernikahan yang mampu menjaga stabilitas hunian hotel,” ujar Aldina.
Ia menambahkan bahwa pada 2025, peminat event pernikahan meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Banyak calon pengantin yang telah memesan jauh-jauh hari, sehingga pihak hotel tetap optimistis terhadap pendapatan mereka meskipun ada tantangan dari kebijakan efisiensi anggaran.[THQ]

