RELUNG.ID – Kota Palembang menjadi penyumbang ekspor terbesar di Sumatera Selatan (Sumsel) pada semester pertama 2025. Selain Palembang, kontribusi besar juga datang dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Lahat.
“Kombinasi tiga daerah ini menyumbang lebih dari 77 persen total ekspor Sumsel,” kata Kepala Badan Otoritas Statistik (BOS) Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, Senin (8/9/2025).
Palembang mencatatkan nilai ekspor sebesar 1,472 miliar dolar AS, disusul OKI sebesar 799 juta dolar AS, dan Lahat dengan 591 juta dolar AS. Komoditas utama yang diekspor masih didominasi batu bara.
Meski demikian, kinerja batu bara mengalami tren penurunan. Total ekspor Januari–Juli 2025 mencapai 1,373 miliar dolar AS, turun 8,5 persen dibanding periode sama 2024 yang mencapai 1,502 miliar dolar AS.
Selain batu bara, sejumlah komoditas lain justru menunjukkan pertumbuhan positif. Ekspor karet naik hampir 32 persen, sementara pulp kayu tumbuh 8,5 persen.
“Secara keseluruhan, nilai ekspor Sumsel pada Juli 2025 tercatat turun sekitar 19 persen dibanding Juli tahun lalu. Penurunan terutama terjadi pada sektor pertambangan, dengan nilai ekspor hanya 165 juta dolar AS atau anjlok hampir 40 persen,” jelas Wahyu.
Ia menegaskan, meski ekspor batu bara menurun, prospek ekspor nonmigas Sumsel seperti karet dan pulp kayu terus berkembang. “Ini menunjukkan potensi ekspor Sumsel masih terbuka lebar dan dapat diperkuat ke depan,” tambahnya.[THQ]

