RELUNG.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan nilai ekspor batu bara pada Maret 2025 mencapai 207,63 juta dolar AS. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 22,94 persen dibandingkan nilai ekspor pada Februari 2025.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, mengatakan bahwa total nilai ekspor Sumsel pada Maret 2025 mencapai 547,77 juta dolar AS. Namun, angka tersebut turun 10,91 persen dibandingkan Februari 2025, yang mencatat ekspor senilai 616,20 juta dolar AS.
“Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya ekspor komoditas seperti buah-buahan tahunan, batu bara, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO),” jelas Wahyu di Palembang pada Senin (5/5/2025).
Meski mengalami penurunan, batu bara masih menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor Sumsel, terutama dengan kualitas lignit. Pangsa pasar terbesar batu bara Sumsel adalah Tiongkok dengan nilai ekspor 163,83 juta dolar AS, diikuti India sebesar 87,57 juta dolar AS, dan Vietnam senilai 58,93 juta dolar AS.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, Armaya Sentani, menyampaikan bahwa produksi batu bara Sumsel pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 17,12 juta ton. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan produksi pada triwulan I 2024, yang mencapai 19,82 juta ton.
“Data sementara menunjukkan produksi batu bara Sumsel pada Januari-Maret 2025 mencapai 17,12 juta ton. Namun, data ini belum sepenuhnya masuk, sehingga belum bisa disimpulkan bahwa terjadi penurunan,” ujar Armaya.[THQ]

