RELUNG.ID – Ekspor kopi Sumsel berpotensi meluas ke mancanegara. Hal ini dikarenakan kembalinya status Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II sebagai bandara internasional per 25 April lalu.
Hal ini diakui oleh Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel, Komarudin, Rabu kemarin (29/4).
“Status penerbangan internasional ini memberikan peluang yang lebih besar bagi ekspor kopi,” katanya.
Menurutnya, status internasional Bandara SMB II Palembang mendukung peluang besar terhadap kopi Sumsel yang bisa dikenal lebih luas di pasar global.
Komoditas kopi yang sebelumnya hanya bisa diekspor dalam jumlah kecil, kini dapat diperluas seiring dengan meningkatnya frekuensi penerbangan internasional.
“Jika selama ini kopi Sumsel hanya bisa dibawa dalam jumlah terbatas, misalnya hanya 5 hingga 10 kilogram per pengiriman. Adanya penerbangan internasional lebih terjangkau dan sering, membuat ekspor kopi bisa dalam jumlah lebih besar,” jelasnya.
Dengan jaringan penerbangan internasional yang lebih luas, petani kopi dan pelaku usaha di Sumsel diharapkan menjangkau pasar internasional yang lebih besar, mulai dari negara Asia, Eropa hingga Amerika.
“Jadi manfaatkan potensi ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Untuk diketahui, status bandara Internasional dicabut pada 2 April 2024, Bandara SMB II menjadi tujuan wisman dari Malaysia dan India. Dibukanya kembali bandara SMB II internasional, diharapkan wisman makin banyak berkunjung ke Palembang. (CKM)

