RELUNG.ID – Ekspor madu asal Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, ke Singapura terus meningkat. Sepanjang Januari hingga September 2026, volume pengiriman mencapai 1.547,6 kilogram atau sekitar 1,5 ton.
Angka tersebut melonjak dibandingkan sepanjang 2025 yang hanya mencapai 266 kilogram. Pada 2024, ekspor madu Sumsel ke Singapura tercatat 1.373 kilogram.
Pengiriman terbaru dilakukan melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (7/10/2026). Sebanyak 310 kilogram madu senilai Rp47,96 juta diberangkatkan ke Singapura.
Sebelum dikirim, madu tersebut menjalani pemeriksaan dan tindakan karantina oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan peningkatan ekspor tersebut menunjukkan produk daerah memiliki peluang bersaing di pasar internasional.
“Ekspor madu asal Muara Enim ini menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional,” kata Sri Endah di Palembang, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, pelaku usaha harus menjaga konsistensi kualitas dan memenuhi persyaratan negara tujuan agar ekspor dapat berkelanjutan.
Data BEST TRUST Barantin mencatat, ekspor madu Sumsel ke Singapura sepanjang Januari-September 2026 berlangsung dalam empat kali pengiriman. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang hanya satu kali pengiriman.
Volume ekspor selama sembilan bulan pertama 2026 juga telah melampaui capaian sepanjang 2024. Dengan demikian, ekspor madu Sumsel ke Singapura pada 2026 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir berdasarkan data yang tersedia.
Sri Endah menegaskan, keberlanjutan ekspor tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Kepatuhan terhadap persyaratan karantina dan aturan negara tujuan juga menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
“Pemenuhan persyaratan karantina sejak dari daerah asal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia,” ujarnya. (DSK)

