RELUNG.ID — Produk-produk unggulan Sumatera Selatan kian menunjukkan daya saing di pasar global. Beragam komoditas, mulai dari olahan kelapa hingga rempah-rempah, berhasil menembus pasar internasional dengan nilai ekspor mencapai Rp1,6 miliar.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel dan Babel, Arifin Susanto, mengungkapkan capaian tersebut berasal dari berbagai produk turunan kelapa serta komoditas pertanian lainnya yang dikirim ke Prancis, China, dan Taiwan.
Produk yang diekspor cukup beragam. Untuk pasar Eropa seperti Prancis, Sumsel mengirimkan kelapa parut kering sebanyak 3 ton dan gula kelapa sebanyak 5.000 unit, serta rempah-rempah seperti pala, kayu manis, dan bubuk kunyit dalam berbagai bentuk.
Sementara itu, pasar Asia juga menyerap produk dalam jumlah besar. China menjadi tujuan ekspor arang tempurung kelapa sebanyak 46 ton dan keripik kelapa 25 ton. Adapun Taiwan menerima komoditas lada hitam 500 kilogram dan kerupuk olahan sebanyak 21 ton.
“Total nilai ekspor dari seluruh komoditas ini mencapai Rp1,6 miliar,” ujar Arifin, Selasa (21/4/2026).
Capaian ini disebut sebagai bagian dari kesinambungan ekspor yang terus didorong pemerintah daerah. Pada 2025, Sumsel juga mencatatkan pengiriman kopi sebanyak 16 kali ke Malaysia dan Australia.
Arifin menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran program Sultan Muda yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Sumsel. Program ini bertujuan mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan daerah.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar program tersebut telah mencapai 9.008 orang. Angka ini dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru sekaligus memperkuat sektor UMKM dan literasi keuangan digital.
“Harapannya, ke depan terbentuk ekosistem yang kuat sehingga produk turunan komoditas unggulan Sumsel bisa terus menembus pasar ekspor,” katanya.[THQ]

