Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Ekspor Tembus Rp 14,86 Triliun, Sumsel Menjadi Kekuatan Baru Nasional
Bisnis

Ekspor Tembus Rp 14,86 Triliun, Sumsel Menjadi Kekuatan Baru Nasional

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda25/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Ekspor, Foto : Pixabay
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah dengan geliat ekspor tertinggi di luar Pulau Jawa. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor daerah ini telah menembus Rp14,86 triliun, mencerminkan daya saing produk unggulan Bumi Sriwijaya yang semakin kuat di pasar global.

Data Badan Karantina Sumsel mencatat, sebanyak 5.991 sertifikat ekspor telah diterbitkan sepanjang tahun berjalan. Nilai tersebut didominasi oleh komoditas karantina tumbuhan seperti karet, kelapa bulat, kayu karet olahan, palm kernel expeller (PKE) sawit, dan karet lempengan dengan total mencapai Rp14,83 triliun.

Sementara itu, karantina ikan menyumbang Rp26,7 miliar, terdiri dari ekspor ikan betutu, botia, udang windu, daging katak, hingga black tiger frozen shrimp. Adapun karantina hewan mencatat ekspor sarang burung walet dan madu senilai Rp707 juta.

Menurut Achmad Mirza, Praktisi Perdagangan Internasional Dinas Perdagangan Sumsel, peningkatan ekspor ini tidak hanya ditopang oleh tingginya permintaan pasar luar negeri, tetapi juga hasil dari pembinaan kualitas dan kesadaran regulasi ekspor di kalangan pelaku usaha.

“Dokumen ekspor meningkat signifikan, baik nilai maupun volumenya. Pembinaan terkait mutu, kemasan, dan pemahaman regulasi membuat eksportir kita lebih siap dan lancar,” kata Mirza dalam kegiatan Karantina Go Ekspor, Jumat (24/10/2025).

Selain itu, Mirza menilai program pendampingan seperti pelatihan ekspor dan bimbingan teknis turut memperkuat daya saing produk lokal.

“Sekarang eksportir Sumsel tidak hanya fokus menjual, tapi juga memahami aspek legalitas dan keberlanjutan produknya,” imbuhnya.

Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menuturkan bahwa potensi ekspor daerah terus berkembang dengan munculnya komoditas baru seperti kayu manis yang segera dikirim ke pasar luar negeri.

“Eksportir kita baru saja mengikuti pameran di Jakarta, dan ada rencana ekspor kayu manis dalam waktu dekat. Ini akan menjadi pengiriman pertama dari Sumsel,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Karantina Sumsel terus mengawal aspek keamanan pangan, ketelusuran, dan kepatuhan regulasi agar setiap produk asal Sumsel memiliki jaminan diterima di negara tujuan.

“Setiap negara punya aturan berbeda, jadi kami rutin melakukan sosialisasi dan edukasi kepada eksportir agar siap menghadapi tuntutan global,” ujarnya.

Dari sisi pembiayaan, OJK Sumsel mencatat total penyaluran kredit ekspor mencapai Rp300 miliar. Meski angka itu signifikan, Kepala Divisi LMSt dan Koordinasi Regional OJK Sumsel, Murtaza, menilai masih banyak ruang yang bisa digarap melalui pemanfaatan produk keuangan lain.

“Nilai pembiayaan memang besar, tapi baru dari sisi kredit. Masih banyak instrumen keuangan lain yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas pasar dan meningkatkan produksi,” kata Murtaza.

Ia menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha agar tidak hanya bergantung pada modal perbankan konvensional.

“Kalau literasi meningkat, pelaku usaha bisa melihat peluang lebih luas di sektor jasa keuangan,” ujarnya.[THQ]

Ekspor Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleTinggal Sendirian di Rumah, Perempuan Paruh Baya di OKU Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Next Article Sumsel Incar Efisiensi Investasi: Tekan ICOR demi Lompatan Ekonomi 8 Persen
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,885 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,757 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,731 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?