RELUNG.ID– Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan tidak ada korban meninggal dunia dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo.
Emil yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Provinsi Jawa Timur mengunjungi para santri yang menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Dalam kunjungan tersebut, Emil berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pengurus pondok pesantren, pihak rumah sakit, serta melihat langsung kondisi para korban.
Emil mengapresiasi respons cepat rumah sakit dan pemerintah daerah dalam menangani para santri yang datang dengan dugaan gejala keracunan.
“Pertama, kami ingin mengapresiasi Rumah Sakit Notopuro, Ibu Kadinkes yang sudah bersama BPBD Sidoarjo, dan Pemkab Sidoarjo tentunya Pak Bupati yang sudah melakukan penanganan secara sigap. Sehingga jumlah yang ratusan datang ke rumah sakit ini kemudian dalam waktu yang sangat pendek, ya, itu semua bisa ditangani. Enggak ada yang mohon maaf, terbengkalai pasien,” kata Emil di RSUD Notopuro, Rabu (2/9/2026).
Menurut Emil, sebagian pasien sempat menggunakan velbed milik BPBD Sidoarjo karena banyaknya santri yang membutuhkan penanganan. Namun, kebutuhan infus dan obat-obatan disebut tetap mencukupi.
“Memang tadi ada yang menggunakan velbed dari BPBD, tetapi infusnya memadai. Karena langkah pertama yang diambil oleh pihak rumah sakit adalah rehidrasi. Jadi rehidrasi ini penting kemudian memberikan obat,” ujarnya.
Emil juga mengapresiasi pengurus pondok pesantren, khususnya para kiai, yang turut membantu proses koordinasi dan rujukan santri ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut terdapat korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
“Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal itu tidak betul, tidak betul,” tegas Emil.
Hingga saat ini, para santri yang mengalami keluhan masih mendapatkan penanganan medis. Pemerintah dan pihak terkait juga terus melakukan koordinasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.[YKP]

