RELUNG.ID – Pemerintah pusat mulai mengerahkan kekuatan udara untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Sebanyak lima unit helikopter disiagakan guna memperkuat operasi pemantauan dan pemadaman titik api di wilayah rawan terbakar.
Armada udara tersebut terdiri dari empat helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli yang akan mendukung kerja Satgas Karhutla Sumsel selama musim kemarau berlangsung.
Langkah ini dilakukan menyusul penetapan status siaga karhutla di sejumlah daerah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan, khususnya kawasan gambut.
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, M. Iqbal Alisyahbana mengatakan, pengiriman armada dilakukan secara bertahap. Saat ini, satu unit helikopter patroli telah tiba di Palembang dan siap dioperasikan untuk melakukan pemantauan udara.
“Helikopter patroli sudah dipajang dan siap digunakan. Untuk sementara baru satu unit sambil melihat perkembangan kondisi di wilayah Sumsel,” ujar Iqbal, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, heli patroli memiliki peran penting untuk mendeteksi lebih dini kemunculan titik panas maupun kebakaran yang sulit dijangkau petugas darat. Pemantauan udara dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan sebelum api meluas.
Selain patroli, pemerintah juga menyiapkan empat unit helikopter water bombing berkapasitas besar yang dijadwalkan mulai tiba di Palembang pada pekan kedua Mei 2026.
Helikopter tersebut nantinya akan difokuskan untuk melakukan penyiraman di wilayah-wilayah yang sulit diakses kendaraan pemadam, terutama lahan gambut yang rawan terbakar dan cepat meluas saat musim kering.
“Info sementara Sumsel akan didukung empat heli water bombing. Kedatangannya dilakukan bertahap,” katanya.
Iqbal menegaskan jumlah armada udara masih bersifat fleksibel. Pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan situasi karhutla di lapangan untuk menentukan kebutuhan tambahan bantuan udara.
“Bisa saja bertambah tergantung eskalasi titik api yang terjadi,” tegasnya.[THQ]

