RELUNG.ID – Manusia buatan Amado Eida dengan menggunakan DNA dewa Otsutsuki Shibai mengubah sejarah shinobi dunia. Boruto anak kandung dan Kawaki anak angkat posisinya dibalik dengan teknik Omnipotence.
Namun hal yang membuat sejarah dunia shinobi kacau balau adalah Kawaki menculik Hokage ketujuh Naruto Uzumaki dan menjadi buronan Konoha. Selanjutnya Kawaki secara terang-terangan mendeklarasikan akan membunuh anak Hokage ketujuh Boruto Uzumaki.
Eida menggunakan teknik Omnipotence merupakan kehendak absolut dewa saat menciptakan kehidupan. Eida menggunakan teknik dewa itu untuk mewujudkan kehendak Kawaki didalam lubuk hatinya.
Baca Juga: Ryudo Ryuya Black Clover Kekuatan Mata Dewa Mirip Eida di Boruto
Sebenarnya Eida juga tidak tahu tentang kekuatan itu secara detail. Dia mengaktifkan itu secara tidak sengaja karena merespon kekecewa dari Kawaki saat berbicara dengannya.
Hal itu diutarakan oleh Momoshiki Otsutsuki. Dia mengatakan, Itulah kekuatan charm Eida yang sebenarnya. Kekuatan dewa yang bahkan dia sendiri tidak bisa kendalikan.
Nah dari sini ada kelemahan dari kekuatan Eida. Kelemahan ini tentunya berdampak fatal untuk Eida.
Dua kelemahan teknik Omnipotence saat digunakan Eida yang tidak diketahuinya :
1- Eida tidak mengetahui kekurangan kekuatan tersebut
Eida sebenarnya tidak pernah menggunakan kekuatan ini. Ini menjadi kelemahan besar untuk Eida. Jadi apabila ada kendala atau efek samping dari kekuatannya Eida tidak akan bisa mengantisipasinya.
Baca Juga: Kawaki dan Eida Bersekutu, Boruto Harus Kabur!
2- Eida tidak tahu ternyata ada yang kebal dengan kekuatan tersebut.
Kekuatan luar biasa Eida dikonfirmasi jelas tidak berdampak kepada Sarada Uchiha. Tentunya kalau Sarada pura-pura terpengaruh dan mengikuti ritme sembari mencari solusi.
Hal itu tentunya akan berdampak buruk kepadanya.
3- Eida menjadi mudah untuk dibunuh
Dengan berubahan sejarah shinobi Eida dipastikan berpikir semua cerita telah berubah. Dia menjadi tamu biasa bukan tamu berbahaya.
Lalu Kawaki menjadi anak Hokage membuat cerita awal total berubah.
Kondisi itu membuat Eida mengendurkan kewaspadaannya. Tentunya Eida rawan untuk didekati dan tentunya mudah untuk dibunuh.

