RELUNG.ID – Feeder Light Rail Transit (LRT) Musi Emas yang bernaung di PT Transportasi Global Mandiri (TGM) melakukan aksi mogok.
Mereka beramai-ramai mendatangi balai pengelola LRT Sumsel untuk meminta agar segera membayar uang sesuai perjanjian kepada PT TGM dan menandatangani kontrak kerjasama.
Baca Juga: Ini 5 Fungsi Gagang Pintu Mobil, Jarang Terpikirkan
Salah satu sopir Feeder LRT Musi Emas, Muhammad Anang Roni mengatakan, aksi ini dilakukannya untuk menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan.
“Anak dan istri kami ini sudah kelaparan semua,” katanya.
Dia mengaku, memang tunggakan gaji ini baru satu bulan. Namun, tidak ada kejelasan terkait pembayarannya. Apalagi, pihak LRT ini juga belum menyetor ke PT mereka sudah hampir tiga bulan.
Baca Juga: 4 Shinobi Banyak Dosa di Manga Naruto
“kalau gaji kami sudah dibayarkan, kami tidak akan demo lagi. Karena itu, kami datang kesini,” terangnya dikutip dari rmolsumsel.
Ditempat yang sama, sopir berinisial A juga menambahkan, selama ini pihak PT TGM menutupi uang gaji mereka, meskipun pihak perusahaan belum menerima pembayaran dari Balai Pengelola LRT Sumsel.
“Dua bulan ini gajinya lancar, meskipun terlambat jauh. Selama ini, pihak perusahaan yang menutupi uang gaji kami, baru sebulan ini yang belum dibayar, karena perusahaan belum dibayar oleh balai,” katanya.
Baca Juga: Siap Saingi Tesla, Ini 6 Keunggulan Mobil Listrik Zeekr 001, Harganya Terjangkau
Kedatangannya ini bersama rekannya untuk menuntut pihak Balai Pengelola LRT Sumsel segera menandatangani kontrak kerjasama dengan PT TGM selaku pengelola Feeder LRT Musi Emas wilayah Palembang II.
“Kami juga meminta kejelasan kontrak, karena kata dirut kalau tidak ada kontrak kerjasama kami tidak akan beroperasi lagi. Jadi sampai sekarang belum ada kepastian lagi, berapa lama kami akan bekerja,” tambah.
Setelah menunggu hampir dua jam, para sopir Freeder LRT Musi Emas diminta untuk masuk menemui perwakilan dari Balai Pengelola LRT Sumsel.
Baca Juga: Lenovo Legion Go: Konsol Gaming Genggam dengan Pengontrol Dapat Dilepas, dan Chipset Seri Ryzen Z1
Hingga saat ini belum diketahui solusi yang diberikan pihak Balai Pengelola LRT Sumsel.

