RELUNG.ID – Fenomena ikan mabuk yang terjadi di Danau Ranau, OKU Selatan, Sumsel disambut berkah oleh para warga.
Mereka berbondong panen ikan dan menjualnya dengan harga yang murah.
Ribuan ikan mabuk di Danau Ranau ini akibat terkena zat belerang yang dikeluarkan dari Gunung Seminung.
“Fenomena ikan mabuk telah terjadi dua kali, pertama akhir tahun 2022, dan kedua terjadi kemarin,” kata Rahmat warga sekitaran Kawasan Danau Ranau, Rabu (22/2).
Baca Juga: Welcome Back, Aktor Drakor Jang Ki Yong!
Ikan mabuk ini karena terkena zat belerang. Sehingga, ikan muncul ke permukaan dan mudah untuk ditangkap. “Jadi ikan ini bukan mati, tapi mabuk karena belerang,” terangnya.
Dari hasil panen tersebut, dia mengaku mendapati puluhan kilogram ikan hanya dengan menjaring di pinggir sungai. Ikan ini rencananya akan dijual dan dikonsumsi mengingat ikan tersebut tidak beracun dan masih bisa untuk dimakan. Dia mengaku biasanya fenomena ikan mabuk ini terjadi lima tahun sekali. Namun, baru kali ini terjadi lebih cepat.
“Fenomena ini biasanya kami sebut bentilehan.” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan OKU Selatan, Faridah mengatakan, fenomena bentilehan ini menyebar di Kecamatan Pematang Ribu Ranau Tengah hingga Kecamatan Warkuk Ranau Selatan. Bentilehan ini terjadi akibat air danau ranau yang meluap dan banyak mengandung belerang.
Baca Juga: Sinopsis ‘Solo Laveling’ Hunter Lemah Tiba-tiba Menjadi Kuat!
“Fenomena ini tidak bisa diprediksi, kadang setiap 3 tahun sampai 5 tahun sekali. Namun sekarang terjadi satu tahun sekali. Karena tahun kemarin juga seperti ini,” katanya.
Meskipun warga setempat mengaku mendapatkan rejeki dari fenomena tersebut, kejadian itu rupanya berdampak buruk bagi para petani tambak ikan. Tambak mereka yang berisi ikan mujair dan gurami juga mati, karena fenomena tersebut. Sehingga, para petani tambak lebih memilih panen secara dini ketimbang mengalami kerugian besar akibat ikan mati terkena air belerang.
“Ikan ini dijual dipasaran hanya Rp10 ribu hingga Rp15 ribu perkilogram,” pungkasnya.

