RELUNG.ID – Konten kreator sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi, mengungkap sejumlah kejadian yang menurutnya merupakan bentuk intimidasi dan teror terhadap dirinya serta keluarga.
Ferry menceritakan pengalaman tersebut melalui sejumlah unggahan di akun media sosial Threads dan Instagram miliknya, @irwandiferry, Jumat (2/10/2026).
Dalam unggahannya, Ferry mengatakan kejadian yang dialaminya bukan kali pertama. Ia mengaku selama sekitar satu tahun terakhir menghadapi berbagai tekanan, mulai dari pelaporan, pembuntutan, fitnah hingga dugaan upaya pembunuhan karakter.
“Ini bukan teror pertama buat saya, saya udah sampai bingung apa yang saya lakukan?” tulis Ferry, dikutip Sabtu (3/10/2026).
Salah satu kejadian yang disebut Ferry paling mengkhawatirkan adalah dugaan pembuntutan menggunakan sebuah mobil.
Ferry mengunggah rekaman sebuah Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi B 1592 POU. Menurut dia, kendaraan tersebut telah mengikutinya selama beberapa pekan.
“Berminggu-minggu saya dibuntuti mobil ini, saya gak tahu ini siapa dan pihak mana dan sudah sangat mengkhawatirkan,” tulisnya.
Ferry kemudian mengatakan telah mengecek nomor polisi kendaraan tersebut dan menduga pelat yang digunakan merupakan pelat palsu.
“Barusan gue check plat palsu, siapapun yang melakukan ini ada saya dan keluarga, gak perlu dibuntutin pak, sini aja langsung, ngobrol baik,” ujarnya.
Menurut Ferry, dugaan intimidasi tidak hanya menyasar dirinya. Ia menyebut lingkungan keluarganya juga mengalami sejumlah kejadian yang menurutnya mencurigakan.
Ferry mengungkapkan rumah ibunya yang sedang sakit didatangi orang yang tidak dikenalnya. Ia juga menyebut keluarganya menerima sebuah paket yang menurutnya menimbulkan kekhawatiran.
Selain itu, Ferry mengatakan istrinya turut menjadi sasaran tuduhan dan fitnah yang beredar di media sosial.
Di tengah berbagai kejadian tersebut, Ferry mengatakan dirinya sebenarnya sedang fokus mengurus keluarga, pendidikan, serta aktivitas sosial yang dijalankannya.
“Padahal ogut lagi namaste sekali, lagi ngurus ibu yang sakit, lagi ngurus kuliah, lagi ngurus kampus, tiap hari ngedata pencairan patungan untuk hutan, ngobrol sama kelompok masyarakat dan nanya yang dibutuhin,” tulisnya.
Ferry juga mengaku heran dengan berbagai tekanan yang disebutnya terus muncul, meski dirinya bukan pejabat maupun politisi.
“Pejabat bukan, politisi juga bukan, nerima jabatan juga gak pernah, masih aja diginiin,” ungkapnya.
Meski demikian, Ferry mengatakan memilih untuk tetap menjalankan aktivitasnya dan tidak terlalu larut dalam berbagai tuduhan yang dialaminya.
“Segala fitnah dan tuduhan serta upaya pembunuhan karakter udah tak telan bulat-bulat, semua tak iyain hahahaha, cuma mau fokus apa yang bisa dikerjakan sekarang,” katanya.
Pengakuan mengenai dugaan intimidasi bukan kali pertama disampaikan Ferry.
Pada September 2025, ia juga pernah mengaku menerima ancaman setelah membahas isu terkait kericuhan demonstrasi. Saat itu, Ferry mengunggah pesan yang menyebut adanya rencana pengerahan massa ke kediamannya.
Kini, unggahan terbarunya kembali mendapat perhatian publik setelah Ferry menceritakan dugaan pembuntutan serta kejadian yang dialami keluarganya.
Meski demikian, hingga kini belum ada keterangan yang memastikan identitas pihak yang diduga membuntuti Ferry maupun orang-orang yang disebut mendatangi rumah keluarganya.
Belum diketahui pula apakah rangkaian kejadian tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Ferry menyatakan dirinya akan melaporkan dugaan pembuntutan tersebut kepada pihak berwajib.
Di tengah situasi itu, Ferry memilih menutup rangkaian ceritanya dengan nada santai.
“Yaudahlah jalani saja, namanya juga hidup,” tulisnya. (vid)

