RELUNG.ID – Jumlah pendaftaran mahasiswa di institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan.
Hal ini berdampak pada banyaknya kampus di AS terancam gulung tikar.
Demikian diketahui dari hasil riset Fitch Ratings, sebuah lembaga Pemeringkat Kredit Internasional yang berbasis di New York City dan London.
Baca Juga: Anime My Happy Marriage Mendapat Lampu Hijau untuk Season Kedua
Menurut Fitch Ratings, banyak perguruan tinggi dan universitas di AS saat ini berisiko ditutup atau melakukan merger karena menurunnya jumlah pendaftaran mahasiswa di seluruh institusi pendidikan tinggi AS.
Salah satunya yaitu Alliance University di distrik keuangan Manhattan yang menghentikan program studinya pada 31 Agustus.
Kemudian, Universitas Medaille di Western New York yang mengadakan wisuda terakhirnya pada bulan Mei.
Baca Juga: OnePlus Open Foldable Dikabarkan Mulai Debutnya 19 Oktober, Berikut Bocoran Spesifikasinya
Direktur senior di Fitch Ratings, Emily Wadhwani mengatakan, penurunan jumlah pendaftaran dan tekanan pada biaya pendidikan serta biaya hidup mahasiswa menjadi faktor utama yang terjadi di sejumlah institusi pendidikan tinggi tahun 2023.
“Sekitar setengah dari peringkat entitas pendidikan tinggi yang berada di bawah peringkat investasi memiliki pandangan negatif, mengindikasikan risiko penurunan peringkat mereka,” katanya.
Penutupan perguruan tinggi dan universitas, meskipun masih relatif jarang terjadi, diantisipasi akan meningkat seiring perguruan tinggi mengalami kesulitan keuangan.
Baca Juga: Suzy Tampil Cantik dan Memukau Jadi ‘Lee Doona!’
Moody’s Investors Service juga memprediksi peningkatan penutupan semacam itu secara bertahap karena perguruan tinggi sedang menghadapi tekanan finansial yang signifikan.
Implikasi kredit bagi perguruan tinggi akan terus dipengaruhi oleh kemampuan mereka untuk mengatasi defisit struktural, tingkat fleksibilitas keuangan selama masa kontraksi sektor ini, dan kemampuan untuk menemukan mitra yang efektif.
“Karena itu, perguruan tinggi perlu mengambil keputusan proaktif terkait program, departemen, rencana modal, dan aset yang paling sesuai dengan tujuan organisasi dan strategis mereka guna mengatasi tantangan ini,” katanya.

