RELUNG.ID – Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, polemik larangan pengibaran bendera bajak laut dari anime One Piece mencuat ke publik. Di tengah aturan tersebut, nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali ramai diperbincangkan setelah foto lawas dirinya mengenakan topi jerami khas karakter Monkey D. Luffy dan membentangkan bendera One Piece beredar lagi di media sosial.
Foto itu sebenarnya diambil pada masa kampanye Pilpres 2024. Saat itu, komunitas penggemar One Piece yang menamakan diri Nakama AMIN menyatakan dukungan kepada pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Dukungan ini muncul karena mereka menilai pasangan tersebut memiliki semangat perubahan dan keadilan yang sejalan dengan nilai-nilai yang digambarkan dalam cerita One Piece.
“One Piece itu anime yang penuh pesan politik. Oda Sensei mengajarkan pentingnya melawan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan,” ujar Koordinator Nakama AMIN, Ahmad Jilul, pada 20 Oktober 2023 lalu.
Ahmad menyebut dukungan itu dipicu oleh sikap Anies yang dinilai berpihak pada masyarakat kecil, menolak ketidakadilan, dan menentang kebijakan yang merugikan rakyat. Ia bahkan mengaitkan konteks cerita One Piece seperti penindasan di Wano oleh Kaido dengan kondisi sosial di Indonesia kala itu.
“Pesan perubahan yang dibawa AMIN jelas. Kami melihat Anies tegas dalam isu-isu seperti penutupan reklamasi dan keberpihakan terhadap masyarakat yang tertindas,” tegas Ahmad.
Meski sempat dijuluki “nakama karbitan” karena kesibukannya sebagai pejabat publik yang membuatnya tak sempat mengikuti serial anime hingga tamat, komunitas tersebut tetap menyebut Anies sebagai “nakama sejati”.
“Bagi kami, beliau nakama sejati bukan karena hafal cerita One Piece, tapi karena karakternya yang konsisten membela rakyat kecil dan menolak ketidakadilan,” ungkap Ahmad.
Kini, di tengah aturan larangan pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 RI, foto lama Anies tersebut kembali memicu diskusi publik, terutama di kalangan penggemar anime yang merasa bendera tersebut hanya bagian dari ekspresi budaya pop, bukan simbol politik.[THQ]

