RELUNG.ID – DA bocah tujuh tahun di Palembang menghembuskan nafas terakhirnya usai tiga kali gagal operasi usus buntu.
Bocah tujuh tahun di Palembang ini gagal operasi usus buntu di RSUD Bari, Minggu malam (19/3).
Dari tiga kali operasi usus buntu tersebut, DA mengalami kebocoran pada jahitannya.
Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Snapdragon 7+ Gen2
Ayah DA, Herman (44) mengatakan, setelah tiga kali gagal operasi di RSUD Bari, anaknya dirusuk ke RSMH dan kembali dilakukan operasi. Namun, setelah operasi kondisi putrinya tersebut kian melemah hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir semalam.
“DA sempat mendapatkan perawatan intensif dari pihak RSMH. Tapi, kondisinya kembali melemah hingga menghembuskan nafas terakhirnya,” katanya, Senin (20/3).
Dia mengaku, setelah lima hari dilakukan operasi terakhir, detak jantung putrinya sempat menghilang. Namun, dokter memompa jantung secara manual dan akhirnya kembali normal. Tetapi, setelah beberapa saat kondisi DA kembali melemah.
“Putrinya sempat tidak sadar, dan detak jantungnya juga sempat hilang. Tapi, setelah dilakukan tindakan kondisinya kembali membaik namun tidak sadarkan diri,” ujarnya.
Baca Juga: Wow! Drakor ‘Taxi Driver 2’ Paling Banyak Dibicarakan Setiap Minggunya
Saat ini, jenazah putrinya sudah berada di rumah duka di Kawasan Seberang Ulu Palembang. Jenazah DA ini akan dimakamkan di Desa Talang Peramuan, Kabupaten Ogan Ilir. “Mohon doanya untuk anak saya. Terima kasih semuanya yang telah membantu pengobatan,” pungkasnya.
Sebelumnya, DA hanya terbaring lemah di tempat tidur di RSUD Bari Palembang. Karena, kondisi perutnya terus mengeluarkan cairan berbau tidak sedap usai dioperasi usus buntu. Tak hanya itu, kondisi bocah ini juga terus memburuk hingga harus kehilangan berat badannya.
“Sudah tiga kali operasi, tapi kondisinya tidak membaik juga, dan kini kehilangan berat badan dari semula 18 kilogram menjadi 12 kilogram,” kata Ibu DA, Yani (38).
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 20 Maret 2023, Tujuh Daerah Sumsel Berpotensi Terdampak Banjir
Dia menceritakan, peristiwa malang yang menimpa putrinya tersebut berawal saat dia membawanya ke RSUD Bari, Kamis (2/2) lalu dikarenakan ada gejala tipes. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, anaknya tersebut menderita sakit usus buntu yang harus dilakukan operasi pada hari Senin (6/2)
“Kata pihak rumah sakit harus operasi pada tanggal (6/2). Setelah operasi selesai dilakukan kita pulang karena pemulihan di rumah,” katanya, Selasa (7/3).
Sesampainya di rumah, kondisi bekas jahitan anaknya keluar cairan berbau tidak sedap yang mengharuskan dirinya membawa anaknya kembali ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan operasi ke dua. Namun, setelah dilakukan operasi kedua, hasilnya tetap sama saja.
“Dokter kemudian menyarankan untuk operasi ketiga,” terangnya.
Baca Juga: Lima Tips Tetap Sehat saat Berpuasa, Nomor Empat Sering Diabaikan!
Lagi-lagi, usai operasi ketiga, kondisi DA tetap tidak membaik. Bahkan, harus kehilangan berat badannya secara drastis. Pihak rumah sakit kembali menawarkan untuk operasi keempat kalinya dengan risiko yang sama atau dirujuk ke rumah sakit lainnya dengan tindakan dari dokter anak.
“Jadi kami pilih operasi di rumah sakit lain karena di sana tidak ada dokter bedah anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasub Humas RSUD Bari Palembang, Rully mengatakan, pihaknya sedang menindaklanjuti adanya peristiwa tersebut, dan tengah mencari keterangan dari pihak yang berkaitan tersebut. “Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Kami akan tindaklanjuti peristiwa ini,” singkatnya.

