RELUNG.ID – Maraknya game online saat ini menjadi perhatian pemerintah khususnya Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Pemerintah juga tidak segan mengancam game online yang beroperasi di Indonesia untuk diblokir jika memberikan dampak negatif khususnya bagi generasi penerus bangsa.
“Ada beberapa game online yang berdampak negatif seperti prilaku agresif dan eskpour terhadap konten kekerasan,” kata Menparekraf, Sandiaga Uno, Jumat (2/5).
Dia menerangkan, hal ini berdasarkan keluhan dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Salah satu game online ini yaitu FF. Dimana, telah menimbulkan sejumlah tindak kekerasan dan kriminialitas pada anak di bawah umur.
“Sekarang kami sedang menunggu hasil kajian resmi dari mereka (KPAI dan LPAI), kemudian kita akan kolaborasikan dengan (Kementerian) Kominfo,” kata Sandiaga setelah menghadiri acara Jakarta Future Forum di Hotel JW Marriott, Jakarta, Kamis malam (2/5).
Sandiaga menekankan bahwa pemerintah tidak ragu jika harus menutup game online berunsur kekerasan. Karena menurutnya anak-anak yang merupakan aset bangsa harus dilindungi demi tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
“Kami tidak akan ragu-ragu menindak tegas termasuk pemblokiran dari game tersebut jika memang situasi yang mengharuskan kami untuk melindungi anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Sandiaga menambahkan, bahwa pengaturan akan dibuat untuk memastikan bahwa game terindikasi kekerasan tersebut tidak merusak generasi bangsa.
“Rules-nya nanti tentunya kita akan buat sebagai turunan dari Perpres Nomor 19 Tahun 2024, saya dan Pak Kominfo akan melakukan beberapa peraturan turunan untuk memastikan bahwa game ini tidak merusak masa depan anak-anak,” pungkasnya.

