RELUNG.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang berencana untuk mendirikan sebuah museum melayu di lingkungan kampus.
Rencana tersebut kini telah memasuki tahap implementasi dengan menggandeng sejumlah komunitas yang ada di Kota Palembang.
Hal ini diakui Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Muhammad Adil, Rabu (3/6/2026).
Menurut Prof Adil, keberadaan museum tersebut merupakan bagian dari visi dan distingsi UIN Raden Fatah Palembang sebagai perguruan tinggi yang mengusung identitas Melayu Islam.
“Untuk mendirikan museum melayu ini butuh waktu panjang, nah kita punya rencana untuk melengkapi instrumentnya sedikit-sedikit karena keterbatasan yang kami miliki,” katanya.
Saat ini, pihaknya tengah mencoba mengumpulkan bukti sejarah dalam konteks yang lebih kongkrit. Bahkan, pihaknya mulai bersinergi dengan komunitas seperti KOMPAKS yang selama ini memiliki koleksi yang cukup banyak terkait peninggalan-peninggalan yang ada di Palembang.
“Nanti kita akan klasifikasi, kita lakukan penelitian lebih lanjut supaya material atau barang-barang yang sudah sedikit demi sedikit dikumpulkan itu ditindaklanjuti dalam bentuk akademik seperti penelitian. Supaya nanti bisa dipahami,” terangnya.
Sejauh ini, dia mengklaim UIN Raden Fatah Palembang telah mengoleksi cukup banyak peninggalan sejarah. Bukan hanya bentuk material seperti keramik, perahu , tembikar dan lain-lain. Tetapi juga manuskrip yang dikumpulkan di Laboratorium Melayu di Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang.
“Sekarang kami sedang menyiapkan lahan dan wilayahnya,” tutupnya. (DSK)

