RELUNG.ID – Kabut asap melanda Kota Palembang hingga siang hari.
Hal ini sempat berdampak pada penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Akibatnya, satu penerbangan Lion Air JT 143 dari Pangkal Pinang-Palembang terpaksa harus dialihkan.
Baca Juga: Ikeda Ditangkap Diduga Penipuan, Anime Kingdoms Of Ruin Bakal Ganti Pengisi Suara Oz
Executive General Manager PT Angkasa Pura II KC Bandara Internasional SMB II Palembang, R Iwan Winaya Mahdar mengakui, sebelumnya diinformasikan jika jarak pandang mencapai 1 kilometer.
Namun, jarak pandang berubah dan sempat menyentuh angka di bawah 800 meter. Sehingga, pesawat milik Lion Air, JT 143 dari Pangkal Pinang – Palembang harus dialihkan.
“Di awal operasiona penerbangan pukul 06.00 WIB itu jarak pandang masih 4 kilomter jadi masih normal. Tapi, saat JT 143 Pangkal Pinang – Palembang akan mendarat, jarak pandang di bawah 800 meter,” katanya.
Baca Juga: Kim Hye Joon Ditawari Drakor Baru Bersama Lee Junho dan Kim Hyang Gi
Karena itu, demi keselamatan dan keamanan penerbangan maka diputuskan untuk divert atau dialihkan ke Batam.
Berdasarkan jadwal, penerbangan JT 143 take off dari Pangkal Pinang pukul 11.05 WIB dan landing pukul 11.50 WIB. Namun, karena pengalihan JT 143 mendarat di Batam pukul 12.24 WIB.
Sejauh ini, dia mengaku hanya satu penerbangan yang terganggu akibat kabut asap ini.
“Saat ini sudah di atas batas jarak pandang minimal. Mudah-mudahan penerbangan berikutnya, bisa sesuai dengan schedule dan jarak pandang tetap di atas 800 meter,” pungkasnya.
Saat ini, penerbangan Lion Air JT 143 dari Pangkal Pinang-Palembang telah melanjutkan penerbangannya dari Batam pukul 12.54 dan telah landing di Palembang 14.01 WIB.

