RELUNG.ID – ak hanya tampil menawan di atas panggung, Wakil Sumatera Selatan Kalinka Shereen Shaquilla atau yang akrab disapa Chila berhasil mencuri perhatian berkat pesan kuat yang ia gaungkan mengenai pentingnya empati dan pendidikan sejak dini bagi anak-anak Indonesia.
Pesan itulah yang mengantarkan gadis berusia 12 tahun ini meraih gelar Putri Anak Indonesia 2025 dalam grand final yang digelar di Pusat Perfilman Gedung Umar Ismail, Jakarta Selatan, Sabtu (1/11/2025).
Dalam sesi speech competition, Chila tampil tenang dan penuh keyakinan saat membahas peran pendidikan dalam membentuk karakter anak. Ia menekankan bahwa kesempatan belajar dan kasih sayang adalah kunci membangun generasi masa depan yang cerdas dan berakhlak.
“Anak-anak Indonesia harus punya kesempatan belajar dan berkembang dengan bahagia. Dengan pendidikan dan kasih sayang, kita bisa membangun generasi masa depan yang cerdas dan berakhlak,” ujar Chila di hadapan dewan juri.
Pesan yang disampaikannya dengan ketulusan itu sukses memukau juri dan audiens, sekaligus menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang karakter dan kepedulian sosial.
Chila berhasil mengungguli puluhan finalis dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Ida Ayu Gde Kiara Sashikirana Rai (Bali 1) yang meraih posisi 1st Runner Up.
Tak hanya menorehkan prestasi, pencapaian Chila juga mencatat sejarah baru. Ia menjadi satu-satunya wakil Sumatera Selatan yang berhasil menyabet gelar utama Putri Anak Indonesia sejak kompetisi ini digelar pada 2018.
Di luar panggung, Chila dikenal aktif di dunia akademik dan kegiatan sosial. Ia kerap mengikuti lomba pidato, storytelling, serta duta literasi di sekolahnya. Selain itu, kemampuannya dalam berpiano juga acap kali mengantarnya meraih prestasi.
“Ini bukan hanya kemenangan saya, tapi juga kemenangan untuk semua anak yang berani bermimpi besar. Saya ingin membuktikan bahwa anak Sumsel bisa bersaing dan berprestasi di tingkat nasional,” ujar Chila usai penobatan.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya.
“Mulai dari orang tua, keluarga, guru, mentor, dan pemerintah daerah. Tanpa doa dan bimbingan mereka, saya tidak akan sampai di titik ini,” pungkasnya.
Ajang Putri Anak Indonesia 2025 merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan membentuk generasi muda perempuan berusia 9–13 tahun agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, serta peduli terhadap lingkungan sosial dan budaya. (KPB)

