RELUNG.ID – Gerakan Pemuda Sriwijaya (GPS) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Muba, DPRD Muba, dan Kejari Muba, Rabu (10/9/2025).
Aksi tersebut menuntut kepastian atas proyek revitalisasi Jembatan P6 Lalan yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan sejak groundbreaking pertengahan Mei lalu.
Koordinator aksi, Sujarnik, menegaskan bahwa masyarakat Lalan sudah cukup lama menunggu kejelasan. “Kami menuntut kepastian revitalisasi Jembatan Lalan. Jangan sampai proyek ini molor dan menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya dalam orasi.
GPS juga menyuarakan keresahan warga terkait aktivitas angkutan batubara yang masih melintasi jembatan di tengah proses perbaikan.
“Kalau pengerjaan tidak jelas dan angkutan batubara tetap lewat, yang rugi masyarakat. Kami mengajak warga untuk menghentikan angkutan batubara sebelum jembatan benar-benar aman,” lanjut Sujarnik.
Pihaknya bahkan meragukan target penyelesaian proyek. Bupati Muba sempat menyatakan revitalisasi rampung pada Desember 2025, sementara kontrak Surat Perintah Kerja (SPK) menyebut hingga Maret 2026.
“Mana yang benar? Masyarakat butuh kepastian, bukan janji yang berubah-ubah,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, proyek revitalisasi Jembatan P6 Lalan dimulai setelah insiden tabrakan kapal dengan jembatan pada Agustus 2024 lalu.
Pemerintah Kabupaten Muba bersama Bupati H.M. Toha dan Wakil Bupati Rohman telah menekan pihak perusahaan serta Asosiasi Lalu Lintas di Bawah Jembatan P6 Lalan (AP6L) untuk bertanggung jawab.
Groundbreaking proyek perbaikan digelar 14 Mei 2025 di Desa Sukajadi, Kecamatan Lalan, yang sebelumnya diputuskan dalam rapat persiapan bersama Sekda Muba Dr. Apriyadi M.Si dan Ketua DPRD Muba Afitni Junaidi Gumay. (Ardi)

